Berita  

Dinsos Malut Biarkan Ambulans Laut Rusak Terbengkalai di Pelabuhan Speedboat Sidangoli, Janji Kadis Ditagih!

TERNATE , maluttv.com – Aset kedaruratan yang seharusnya menjadi penyelamat nyawa masyarakat kepulauan, kini justru bernasib merana. Ambulance laut milik Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Maluku Utara (Malut) tampak terbengkalai di Pelabuhan Speedboat Sidangoli, Ternate.

Kapal yang dibeli menggunakan uang rakyat ini terparkir dalam kondisi memprihatinkan dan mesinnya dilaporkan rusak.

Berdasarkan pantauan langsung awak media pada Rabu siang (14/10/2026), armada pelayanan sosial ini sama sekali tidak beroperasi. Kondisi fisiknya kian merosot, bahkan salah satu mesin penggerak kapal dikabarkan telah mengalami kerusakan parah, padahal sebelumnya dalam keadaan normal.

Terbengkalainya fasilitas ini memicu kritik tajam dari masyarakat terkait buruknya pengawasan dan pemeliharaan aset oleh pemerintah daerah. Di wilayah Maluku Utara yang didominasi lautan, ambulans laut memiliki peran krusial untuk mobilisasi pelayanan sosial dan kesehatan darurat antarpulau.

Sempat Hanyut, Janji Kadis Belum Terealisasi. Kasus terlantarnya kapal ini merupakan buntut dari insiden sebelumnya. Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Zen Kasim, sempat mengamankan kapal tersebut setelah hanyut akibat ulah tak bertanggung jawab anak buah kapal (ABK) yang melepas tali pengikatnya.

Saat insiden itu terjadi, Zen Kasim berjanji di hadapan publik akan segera memindahkan dan mengembalikan ambulans laut tersebut ke lokasi penambatan yang semestinya. Namun, hingga pertengahan Oktober ini, janji tersebut menguap begitu saja; kapal masih kokoh tertambat di Pelabuhan Sidangoli tanpa kejelasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai kapan proses pemindahan akan dilakukan serta apa penyebab pasti dari kerusakan mesin kapal tersebut.

Dinsos Malut didesak untuk segera memberikan transparansi dan langkah konkret. Jika pembiaran ini terus berlanjut, kerusakan fasilitas dipastikan akan semakin parah, dan anggaran daerah yang bernilai fantastis tersebut akan berakhir menjadi rongsokan tak berguna yang merugikan kepentingan publik. (vit/mtv)

Penulis: VhytaEditor: Sawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *