HALBAR, maluttv.com – Harita Nickel menunjukkan respons cepat dalam membantu pemulihan pascabencana banjir yang melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Melalui program Harita Nickel Peduli, perusahaan menyalurkan bantuan logistik sekaligus menurunkan Emergency Response Team (ERT) ke lokasi terdampak.
Bantuan diserahkan secara simbolis di Posko Induk BPBD Halmahera Barat dan diterima langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD, Gunawan MT. Ali, pada Minggu (11/1/2026). Pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan aktif Harita Nickel yang dinilai mempercepat penanganan darurat di lapangan.
Logistik yang disalurkan meliputi beras kemasan, mie instan, air mineral 600 ml, serta matras atau tikar untuk kebutuhan tidur para pengungsi. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga di tujuh kecamatan yang terdampak banjir.
Tak hanya bantuan bahan pokok, Harita Nickel juga menerjunkan tiga tim Emergency Response Team untuk membantu membersihkan sisa lumpur dan material banjir di pemukiman warga. Dua tim paramedic turut dikerahkan untuk memberikan layanan kesehatan gratis, menyusul meningkatnya keluhan penyakit pascabencana seperti gatal-gatal, demam, dan infeksi saluran pernapasan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Selain logistik, kehadiran tim medis dan rescue membantu menjaga kondisi fisik dan psikologis masyarakat,” ujar Gunawan.
Camat Ibu, Warjin Hi. Soleman, menyebutkan, banjir berdampak langsung terhadap 1.593 jiwa atau 497 Kepala Keluarga. Meski dapur umum dari TNI-Polri dan Tagana telah berjalan, dukungan layanan kesehatan dan perlengkapan tidur masih menjadi kebutuhan mendesak.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Tongute Ternate, Said Sania. Menurutnya, trauma dan kelelahan fisik warga mulai memicu gangguan kesehatan.
“Kehadiran paramedic Harita Nickel sangat membantu, terutama bagi lansia dan anak-anak,” katanya.
Di balik upaya pemulihan, tersimpan kisah pilu warga penyintas. Sukarni Siu, warga Tongute Ternate, harus menyelamatkan suaminya yang sakit saat air setinggi dada mengepung rumah mereka pada tengah malam. Di saat bersamaan, anak sulungnya sedang menjalani perawatan amputasi kaki di Ternate.
“Bencana ini datang di saat kondisi keluarga kami sedang sangat sulit. Saya berharap ada bantuan berkelanjutan untuk kesehatan suami dan anak saya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah serupa dialami Arfia Jalal (65), yang kehilangan seluruh peralatan rumah tangga akibat banjir terparah yang pernah dialaminya.
“Alhamdulillah sudah diperiksa dan diberi obat oleh tim medis. Itu sangat membantu,” ucapnya.
Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pembersihan dan pelayanan kesehatan guna memastikan warga dapat kembali beraktivitas secara aman dan layak selama masa pemulihan berlangsung. (*)


















