Daerah  

Calon Anggota Paskibraka Halut 2026 Ikut Diklat.

Bupati Piet Hein Babua Mengakui Seleksinya Ketat dan Bebas Intervensi.

HALUT, maluttv.com- Sebanyak 60 orang siswa dan siswi Calon Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Halmahera Utara mulai mengikuti masa pendidikan dan pelatihan (Diklat) tahun 2026 di Hotel Briken, Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Minggu (02/8) sekitar pukul 20:00 Waktu Indonesia Bagian Timur.

Sebelum dikukuhkan dan resmi bertugas sebagai Paskibraka pada perayaan kemerdekaan RI tahun 2026, putra putri dari perwakilan 15 Sekolah Menengah Atas (SMA) di negeri Hibualamo tersebut, wajib menapaki Diklat demi membentuk kedisiplinan, mental yang kuat serta jiwa kepeminpinan. Tujuan dan manfaatnya, yaitu membentuk karakter, rasa tanggung jawab dan semangat cinta tanah air.

Selain Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Tata Upacara Bendera (TUB), calon Paskibraka itu juga bakal dibekali materi peningkatan wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kerja sama tim, nasionalisme, pencegahan kekerasan serta radikalisme dari para pemateri berkompeten dan berpengalaman.

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan petugas pengibar bendera merah putih yang dihadiri Sekda E.J. Papilaya. MTP, Kapolres Halut, AKBP. Elrichson Pasaribu, SH.,SIK, Kajari Rahmat SH.,MH., Danramil 1508-01/ Tobelo Mayor Arh Muhammad Ali, Kaban Kesbangpol Hairudin Dodo, SH.,MH, Assisten Setda, Staf Ahli Bupati dan Pimpinan OPD tersebut, dibuka langsung Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua.

Sebelum Diklat, Calon Paskibraka Halmahera Utara ini telah melewati pra Diklat selama 10 hari. Sebanyak 5 pelatih, masing-masing 2 unsur TNI dan 3 orang dari Polri dilibatkan dalam kegiatan ini.

Kaban Kesbangpol Halmahera Utara, Hairudin Dondo dalam pengantarnya mengatakan, 60 calon Paskibraka yang mengikuti Diklat selama dua hari telah melewati uji kompetensi dan seleksi ketat dari panitia secara transparan dan independen dengan berpedoman pada Surat Edaran Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025, Tentang Pembentukan PASKIBRAKA dan Surat Keputusan Bupati Halmahera Utara Nomor 200.1.2/153/HU/2026, Tentang Penetapan Panitia Pelaksana Pembentukan PASKIBRAKA Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2026, Tanggal 19 Februari 2026.

“Rekrutmen dan seleksi Paskibraka dilakukan secara online melalui aplikasi “Transparasi Paskibraka” sehingga pola seleksinya transparan, objektif, netral, bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujar Kaban Kesbangpol.

Minat menjadi petugas pengibar merah putih cukup banyak. Sejak pendaftaran dibuka selama 37 hari, yaitu tanggal 2 Maret hingga 8 April 2026, sebanyak 257 orang siswa dari utusan SMA di Halut, yang terdiri dari 121 putra dan 136 putri mendaftarkan diri untuk menjadi Paskibraka. Setelah melewati tahapan tes, dari 257 orang yang mendaftar, 149 diantaranya dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.

Setelah mengikuti tes Wawasan Kebangsaan dan Tes Intelegensia Umum (TIU) online dari BPIP, peserta yang meraih passing grade yaitu berjumlah 101 orang, terdiri dari 47 putra dan 54 putri. Dari 101 siswa di atas, panitia akhirnya menetapkan 60 orang siswa sebagai Calon Paskibraka setelah lolos pada seleksi terpusat, yaitu seleksi parade, kesehatan, PBB, Kesamaptaan dan kepribadian selama dua hari di Hotel Bryken Wosia, tanggal 16 hingga 17 April. Dasar itu kemudian menjadi landasan Bupati menerbitkan Surat Keputusan Nomor 200.1.2/168/2026 tanggal 25 Juni 2026. “Kabupaten Halmahera Utara juga berhasil mengirim 3 orang siswa terbaik sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi. ketiga siswa itu berasal dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 6 dan SMA Kristen Tobelo,” ungkap Hairudin.

Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua dalam sambutan pembukaan Diklat menjamin proses rekrutmen dan seleksi Paskibraka tahun ini berlangsung transparan dan bebas intervensi. Calon Anggota Paskibraka kali adalah murni hasil potensi diri oleh masing-masing peserta. Menurut Piet, Paskibraka bukan hanya bertugas sebagai pasukan pengibar bendera, tetapi diharapkan mampu membangun jiwa kebangsaan dalam memperkukuh bangsa dan negara serta menjadi pilar kekuatan utama dalam menciptakan sikap cinta tanah air yang berlandaskan semboyan NKRI.

“Pesan saya kepada saudara-saudara, ketika menjadi anggota Paskibraka, saat itu juga kalian telah menanamkan tekad dan kesadaran tanggung jawab selaku generasi penerus untuk selalu menjaga persatuan dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan,” pesan orang nomor satu Halmahera Utara seraya mengingatkan kepada peserta Diklat agar tertib, taat kepada instruktur dan panitia demi kelancaran dan keberhasilan maksimal.

Acara pembukaan Diklat Paskibraka Halut 2026 dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan diwarnai penyematan tanda Diklat Paskibraka oleh Bupati Piet Hein Babua kepada peserta sebagai simbol dimulainya Diklat Paskibraka. (hms/mtv)

Penulis: SawaludinEditor: Sawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *