HALUT, maluttv.com – Kebakaran lahan dan lahan yang menghantui Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara menjadi perhatian penting Bupati Piet Hein Babua. Untuk menekan sekaligus meminimalisir jumlah titik kebakaran, orang nomor satu di negeri Hibualamo menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Meeting Fredy Tjandua Lantai II Kantor Bupati, Senin (21/9).
Selain Ketua DPRD Halmahera Utara, Christina Lesnussa, pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua PN Tobelo, Tri Asnuri Herkutanto, Kepala Kejaksaan Negeri Halut, Rahmat, S.H.,M.H., Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, Kabag. Ops Polres Halut, AKP. Anwar, Perwakilan PT. Nico dan PT. NHM, Assisten Stda, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD serta Pengawas serta Koordinator Karhutla di enam zona.
Berbagai persoalan, seperti fasilitas pemadam dan ketersediaan air dibahas pada pertemuan Forkopimda Halut. Alat Damkar terbatas sehingga butuh kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, masyarakat dan pelaku usaha. Bupati kemudian menugaskan PT. Nico menyediakan tiga unit kendaraan penampung air. Sedangkan PT. NHM ditugaskan untuk menyiapkan tempat penampungan air, khususnya di wilayah Kecamatan Kao Teluk yang daerahnya mengalami keterbatasan air.
Sementara Dinas Perhubungan Halmahera Utara bertugas menyampaikan himbauan dan larangan kepada pengemudi agar tidak membuang puntung rokok sembarangan di areal jalan yang muda terbakar. Sedangkan Satpol PP diberi tugas mengawasi tempat umum, termasuk pasar. Warga dilarang membakar sampah.
“Menghadapi kemarau panjang, berbagai ikhtiar harus kita lakukan. Masyarakat diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaan, jangan membakar sampah dan buang rokok sembarangan. Saya juga berharap partisipasi semua pihak untuk menanggulangi sekaligus pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang kita menghantui Halmahera Utara,” ungkap Bupati.
Piet tak lupa juga memberi perhatian keselamatan bagi petugas dan relawan. Selain mengkonsumsi vitamin, personil BPBD dan petugas Damkar dianjurkan memeriksa kesehatan usai bercibaku dengan kobaran api dan kepulan asap.
Dalam pertemuan itu juga, Dandim 1508/Tobelo, Letkol Kav. Ramdhani Akbar dan Kajari Halmahera Utara, Rahmat, S.H.,ikut berpendapat. Menurut Dandim 1508 Tobelo, penanganan Karhutla, terutama di Tobelo Barat dan Kao Teluk menemui kendala karena faktor keterbatasan peralatan dan medan yang sulit. Untuk menjangkau lokasi, perwira TNI dua melatih ini menyarankan Litbang untuk memodifikasi sepeda motor trail lengkap mesin pompa dan tangki air portebel.
Sementara Kajari lebih kepada tindakan hukum bagi pelaku Karhutla. Pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan harus ditindaki sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai langlah kongkrit, Rahmat menyarankan pemasangan Maklumat Forkopimda hingga tingkat desa, yang memuat tentang himbauan, langkah pencegahan dan konsekuensi hukum. Selain itu, peran camat, kepala desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa dimaksimalkan.
Ketua PN Tobelo Tri Asnuri Herkutanto lebih kepada perspektif peradilan. Sedangkan, Kepala BPBD Halut, Hentje Hetharia memaparkan kondisi terkini Karhutla dan proses penanganannya.
Berdasarkan pantauan satelit, jumlah titik panas terlihat lebih meluas. Jumlah titik api juga mengalami peningkatan, terutama di Tobelo Timur, Tobelo Selatan, Kao Utara, Kao, Malifut serta titik baru di Kao Barat, khususnya di Desa Momoda dan Desa Ngawali. Kobaran api diduga dipicu oleh pembukaan dan pembersihan lahan perkebunan dengan cara membakar serta percikan api dari puntung rokok yang dibuang di areal badan jalan.
Untuk pemadaman api, BPBD mengandalkan peralatan ala kadarnya, seperti alkon, dua unit jet pump dan 10 buah sprayer. Untuk kebutuhan air di wilayah yang sulit terjangkau mobil Damkar, pembangunan bak penampungan air diperlukan. (hms/mtv)














