TERNATE,maluttv.com – Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua membuka diri bagi investor yang ingin menanamkan sebagian modalnya di salah satu sektor potensial di Halmahera Utara. Sebagai pemerintah, Piet menjamin iklim investasi yang kondusif.
Karena memiliki potensi sumber daya alam yang menjanjikan, Halut kini diincar para investor. Salah satunya, yakni proyek pengembangan energi terbarukan melalui panas bumi dengan nilai investasi mencapai Rp.34 triliun.
Piet Hein Babua kepada wartawan mengatakan, proyek panas bumi tersebut berlokasi di wilayah perbatasan Kecamatan Tobelo Barat dan Galela. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap persiapan dan proses perizinan.
“Ruang investasi di Halmahera Utara sampai hari ini sangat terbuka. Terakhir kita ada investasi yang masuk di bidang energi terbarukan melalui panas bumi,” ujar Piet Hein Babua, Kamis (29/10/2026).
Menurut Piet, Halmahera Utara memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk menarik investor, mulai dari sektor energi terbarukan, perkebunan, pertanian, perikanan, hingga pertambangan.
Ia juga menilai, forum investasi menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada calon investor sekaligus membangun komunikasi dan membuka peluang kerja sama.
“Forum ini sangat strategis dalam rangka mendorong pertumbuhan investasi di daerah.
” Masing-masing daerah punya potensi yang berbeda-beda dan para investor membutuhkan informasi itu,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga mendorong pengembangan industri perikanan terpadu, khususnya perikanan tangkap di wilayah Loloda dan Loloda Utara.
Piet mengungkapkan, pemerintah daerah telah melakukan pendekatan dengan sejumlah investor.
Bahkan, investor telah dua kali diajak meninjau langsung potensi perikanan di wilayah tersebut.
“Kita lebih banyak khususkan pada industri pengembangan perikanan secara terpadu,” katanya.
Pengembangan industri perikanan terpadu diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.
Di sektor pertambangan, Piet menyebutkan pemerintah daerah telah memetakan lebih dari 1.000 hektare lahan untuk kawasan pertambangan rakyat. Pengembangan sektor ini diharapkan dapat membuka ruang usaha bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan ketentuan perizinan yang berlaku.
“Kita berharap investasi ini akan berjalan dari masyarakat dan hasilnya untuk masyarakat,” ucapnya.
Piet juga menyoroti perkembangan Tobelo sebagai pusat jasa dan perdagangan yang melayani kebutuhan masyarakat dari sejumlah kabupaten di sekitarnya, termasuk Pulau Morotai, Halmahera Timur, dan Halmahera Barat.
Menurut dia, konektivitas transportasi antardaerah turut mendorong aktivitas ekonomi dan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan perdagangan serta jasa.
Selain itu Piet juga mengatakan, fenomena El Nino berdampak pada penurunan produksi hortikultura di Halmahera Utara. Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga cabai yang sempat mencapai Rp200.000 per kilogram.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemkab Halmahera Utara menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, guna mendatangkan pasokan cabai dari Surabaya ke Maluku Utara.(vit/mtv)














