Berita  

Sekda Ternate Turun Tangan, Aksi Warga Blokade Jalan ke TPA Takome Berakhir Damai

Foto : Sekda Ternate, Rizal Marsaoly Saat Bertemu Warga Kelurahan Tobololo dan Sulamadaha

TERNATE, maluttv.com – Aksi penutupan akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome oleh warga Kelurahan Tobololo dan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Jumat (24/4/2026), akhirnya berakhir setelah Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM turun langsung melakukan dialog dengan massa aksi.

Aksi yang berlangsung di depan Gereja Tabanga itu sempat menyebabkan aktivitas pengangkutan sampah terganggu. Sejumlah armada milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate tertahan akibat blokade jalan yang dilakukan warga sejak pukul 08.17 WIT.

Aksi tersebut didominasi kaum ibu yang menyuarakan aspirasi terkait dampak penertiban pedagang di kawasan Pasar Higienis Gamalama. Warga menilai kebijakan penataan yang dilakukan pemerintah berdampak langsung terhadap pendapatan mereka, terutama bagi pedagang dan juru parkir.

Selain itu, penertiban lahan parkir oleh Dinas Perhubungan Kota Ternate juga menjadi sorotan warga karena dianggap mengurangi ruang aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pasar.

Plt. Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhamad, yang lebih dahulu berada di lokasi sempat meminta warga membuka akses jalan agar armada sampah bisa melintas. Namun, warga memilih bertahan sambil menunggu kehadiran perwakilan pemerintah yang dapat memberikan kepastian solusi.

Situasi mulai kondusif setelah Sekda Rizal Marsaoly tiba di lokasi dan melakukan dialog terbuka bersama warga. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan tuntutan utama, yakni kepastian lokasi berjualan yang layak pasca penertiban.

“Yang kami butuhkan hanya kepastian tempat berjualan agar kami bisa kembali mencari nafkah seperti biasa,” ujar salah satu perwakilan warga.

Menanggapi hal itu, Sekda menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berniat menghilangkan sumber penghidupan masyarakat. Ia menyebut penataan kawasan pasar merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman.

“Kami akan turun langsung bersama warga melihat kondisi pasar dan mencari solusi terbaik. Penataan ini akan dievaluasi agar adil bagi semua pihak,” ujar Rizal.

Sekda juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam pelaksanaan di lapangan masih terdapat kekurangan, serta menegaskan komitmen pemerintah untuk mengedepankan pendekatan dialog dalam setiap kebijakan.

Pendekatan persuasif tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.30 WIT, warga secara sukarela membuka blokade jalan, sehingga arus lalu lintas dan aktivitas pengangkutan sampah kembali normal.

Usai dialog, Sekda bersama perwakilan pedagang langsung menuju Pasar Higienis Gamalama untuk meninjau kondisi lapangan serta membahas langkah konkret terkait relokasi dan penataan area usaha.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakan penataan ruang publik. Koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja, terus dilakukan guna merumuskan skema penataan yang lebih inklusif.

Pemerintah Kota Ternate menegaskan akan terus mengedepankan komunikasi terbuka dan perlindungan sosial dalam setiap kebijakan, demi menjaga keseimbangan antara ketertiban kota dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *