Berita  

Dermaga Kedatangan Pelabuhan Semut Ternate Rusak Diterjang Gelombang, KSOP Minta Kontraktor Segera Perbaiki

Foto : Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ternate

TERNATE, maluttv.com Dermaga kedatangan (Dermaga Tiba) di Pelabuhan Semut, kawasan Mangga Dua, Kota Ternate, kembali mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang tinggi dan angin kencang.

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ternate meminta pihak kontraktor pelaksana segera melakukan perbaikan karena proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.

Kepala KSOP Kelas I Ternate, Rushan Muhammad, menjelaskan bahwa Pelabuhan Semut hingga kini belum diserahterimakan kepada KSOP. Tanggung jawab terhadap kondisi infrastruktur masih berada di tangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor pelaksana.

“Seharusnya proses serah terima dilakukan pada Juli 2026. Namun karena terjadi kerusakan, kami telah meminta PPK dan kontraktor agar segera melakukan perbaikan,” ujar Rushan, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, desain konstruksi dermaga sebenarnya telah disesuaikan dengan karakteristik gelombang laut di wilayah Ternate. Pengalaman kerusakan ponton pada beberapa tahun lalu juga telah menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan desain konstruksi terbaru.

Meski demikian, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menyebabkan beberapa unit ponton terlepas dari posisinya. KSOP menilai kondisi ponton dan tiang pancang menjadi bagian yang paling perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan operasional pelabuhan.

Sementara itu, kerusakan pada bagian atap dinilai tidak terlalu mengkhawatirkan karena proses perbaikannya relatif lebih mudah dibandingkan dengan struktur utama dermaga.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, KSOP Ternate berencana mengusulkan pembangunan breakwater apung kepada pemerintah pusat. Fasilitas tersebut dinilai mampu meredam energi gelombang dan telah diterapkan di sejumlah pelabuhan yang menggunakan sistem ponton apung.

“Kami akan menyampaikan usulan ini sebagai bahan evaluasi kepada pemerintah pusat. Harapannya dapat memperoleh persetujuan sehingga perlindungan terhadap ponton dermaga semakin optimal,” jelas Rushan.

Ia menambahkan, selama tinggi gelombang masih berada di bawah 1,5 meter, operasional dermaga ponton masih dinilai aman untuk digunakan.

Saat ini Pelabuhan Semut memiliki 10 unit ponton, terdiri atas delapan ponton untuk pelayanan keberangkatan dan dua ponton untuk pelayanan kedatangan penumpang.

KSOP Ternate juga mengingatkan seluruh nahkoda kapal agar selalu memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG sebelum melakukan pelayaran, terutama pada malam hari. Langkah tersebut dinilai penting guna mengantisipasi risiko kecelakaan maupun benturan dengan benda-benda di sekitar area pelabuhan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. (Vita/mtv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *