HALUT, maluttv.com – Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus merupakan momentum strategis bagi pemerintah daerah terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk merefleksikan diri kembali terhadap nilai dan semangat perjuangan para pahlawan. Pengibaran bendera merah putih jangan hanya dimaknai seremoni, melainkan ruang pengambilan hikmah bagi ASN agar kualitas pelayanan publik terus meningkat beriringan dengan keluhuran serta semangat patriotisme pendiri bangsa.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua saat apel pagi bersama pegawai negeri sipilnya di lapangan upacara Kantor Bupati, Selasa (18/8). Menurut Bupati, bentuk perjuangan dan pengorbanan para pejuang membelah serta mempertahankan tanah air dari penjajahan tidak kita alami secara langsung. Sebagai generasi bermoral, kita wajib menyukuri dan menghargai jerih payah dan dedikasi para pahlawan.
“Tidak semua orang terlibat langsung dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Bukan cuma harta, keringat dan darah pun mereka pertaruhkan. Sebagai generasi, pewaris kemerdekaan, wajib mengedepankan rasa tanggung jawab. Terutama ASN. Saya minta kalian menjadi garda terdepan menumbuhkan rasa cinta kepada pahlawan, menjaga persatuan dan menjadi pilar pemersatu bangsa,” ungkap Piet.
Di forum apel pagi itu juga, orang nomor satu di negeri Hibualamo mewarning ASN soal kedisiplinan dan etos kerja. Selain peningkatan pelayanan publik, Bupati juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar fokus seauai tupoksinya masing-masing, termasuk menyiapkan data yang dibutuhkan untuk MCP KPK, perubahan APBD serta penyelesaian penyusunan APBD 2027.
“Kita harus solid dalam pelayanan publik. satukan langkah, jauhkan rasa ego. Marilah kita bangun Halmahera Utara ini secara bersama-sama. Soal program yang akan diusulkan dalam perubahan, harus bersifat urgent dan rasional,” tegas Piet.

Untuk kelancaran pembangunan, Pemda selalu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Masing-masing OPD diminta menyiapkan data, dokumen dan perencanaan yang matang dan otentik. Pada 2026, Halut berhasil kecipratan sekitar Rp. 600 miliar dari Pempus buah karya dari Koordinasi dan konsultasi Bupati dan Wakil Bupati di Jakarta.
Di hadapan pegawai, Bupati juga menyampaikan kondisi fiskal daerah Halmahera Utara dampak kebijakaan pemangkasan TKD. Kendati keuangan daerah terbatas, hak pegawai tetaplah dipenuhi namun disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. “Pemimpin tidak boleh pesimis terhadap keadaan. Meski kondisi anggaran terbatas, kita tak boleh patah berkecil hati. Pelayanan kepada masyarakat harus ditunaikan secara tulus dan ikhlas,” terang Politisi Golkar Halut seraya menganjurkan pegawainya rajin turun lapangan melihat dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat
Di akhir arahan, Bupati mengingatkan ASN untuk menjaga lingkungan, baik di lingkungan perkantoran maupun di rumah. Di musim panas ini, Piet meminta masyarakat agar selalu meningkatkan kehati-hatiannya terhadap sumber api sehingga kebakaran tidak terjadi. (hms/mtv)














