HALTENG, maluttv.com – Berbagai ragam cara dan bentuk kegiatan dilakukan masyarakat untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun. Mulai dari menggelar upacara bendera hingga aneka perlombaan.
Namun, perayaan Dirgahayu RI tahun ini oleh masyarakat Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah agak berbeda dengan yang lainnya.
Untuk mengekspresikan semangat nasionalisme dan patriotismenya, sebagai penduduk pulau terpencil dan terluar karena posisi geografisnya berhadapan dengan negara Palau dan lautan pasifik, generasi muda dan masyarakat di sana membentangkan bendera merah putih di pesisir pantai putih sepanjang 45 meter.
Ketua Forum Komunikasi Peduli Kawasan Perbatasan Negara, Taher Abdul Karim mengatakan, sebagai pewaris kemerdekaan yang mengalir darah kepahlawanan, masyarakat Patani Utara tetap berkomitmen menjaga kedaulatan bangsa. “Desa Gemia memiliki sejarah panjang yang telah melahirkan putra terbaik bangsa, pejuang merah putih, yakni Haji Salahudin Bin Talabuddin yang dinobatkan Presiden Jokowidodo sebagai Pahlawan Nasional tahun 2022. Ini merupakan warisan dan harus kita jaga sebagai anak cucunya,” ungkap Taher, tokoh pemuda Patani Utara.
Letak geografis Patani Utara cukup strategis bagi kedaulatan negara. Selain daerah terluar, Pantura berhadapan langsung dengan samudera pasifik. Tak heran, Presiden pertama RI, Ir. Soekarno menjadikan wilayah ini sebagai daerah konsolidasi perjuangan perebutan Irian Barat. Sebagai bentuk perhatian negara, pada tahun 1957, Soekarno menganjakkan kaki pertamanya di Pantura, tepatnya Desa Gemia.
“Pembentangan merah putih ini sebagai simbol kecintaan kami, rakyat Pantura terhadap bangsa Indonesia. Sebagai garda terdepan, kami terus menggelorakan semangat nasionalisme untuk kedaulatan NKRI sebagaimana termaktub dalam konsesus nasional para pendiri bangsa,” tegas Taher.
Selain masyarakat, tokoh pemuda, bentangan merah putih tersebut, dihadiri Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang juga Ketua Harian Kosgoro 57 Halmahera Tengah, Kaderun Karim dan Sekretaris Badan Koordinasi DOB Patani Gebe Kepulauan, Salim Kamaraja.
Seperti diketahui, di wilayah Patani Utara terdapat salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang bernama pulau Yiew. Berdasarkan Kepres. Nomor 6 tahun 2017, Pulau ini ditetapkan sebagai batas maritim Indonesia dengan negara Palau dan tercatat juga sebagai wilayah administrasi Desa Gemia, dan juga sebagai situs warisan dunia berdasarkan konferensi Paris UNESCO tahun 2022. (wal/mtv)














