HALUT, maluttv.com – Kemarau panjang tahun 2026 hingga kini masih menghantui Indonesia, termasuk di antaranya provinsi Maluku Utara. Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah kabupaten/kota di negeri para raja untuk menghindari dampak negatif dari cuaca ekstrim tersebut.
Selain menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar, pemerintah daerah juga berikhtiar dengan pendekatan jalur langit, yakni sholat istisqa. Setelah Pulau Morotai, Pemerintah Daerah Halmahera Utara juga melakukan ritual yang sama.
Bersama masyarakat dan Forkopimda setempat, sholat istisqa yang dihadiri Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag.,M.Pd, Dandim digelar secara berjamaah di lapangan Makodim 1508/Tobelo, Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kamis (03/9) sekitar pukul 10:00 WIT. Sholat memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan saat kemarau panjang itu, diimami Ustadz Ahmad Almusawa.
Di hadapan jamaah, Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi. Ahmad mengajak masyarakat di negeri Hibualamo terus meningkatkan rasa syukur dan taqwa kepada sang khalik. Sholat Istisqa, bagi Kasman merupakan sebuah ikhtiar dan instrumen jalur langit untuk meraih keridhoan dan memohon kepada Sang Maha Kuasa agar diturunkan hujan.
“Semua perwukudan yang kita alami dan rasakan saat ini, tidak lepas dari ketentuan dan taqdir Allah itu sendiri. Mari kita tingkatkan rasa syukur dan ketaqwaan kita kepada Allah agar negeri ini makmur, masyarakat aman dan dijauhkan dari sesuatu yang kita tidak inginkan,” ujar mantan Rektor UMMU.
Di kesempatan itu juga, Kasman mengajak jamaah Istisqa agar istiqamah menunaikan sholat dan terus memperbanyak sholawat kepada baginda nabi Muhammad, istighfar dan doa kepada Allah Subhana Wata’ala.
Kasma juga mengingatkan warga Halut agar menjaga lingkungan sekitar, tanpa melakukan perusakan. Sebagai umat beragama, menjaga lingkungan bagian dari keimanan dan merupakan tanggungjawab bersama. Pasalnya, merusak hutan konsekuensinya cukup besar. Apalagi jika musim hujan tiba, maka tanah tanpa pepohonan rawan longsor serta beresiko banjir. (hms/mtv)














