JAKARTA, maluttv.com– Pertemuan antara Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tengah menjadi sorotan publik setelah sebuah foto pertemuan tersebut beredar luas di media sosial.
Perhatian publik tertuju pada kehadiran dua perempuan yang diduga kontraktor terlihat mendampingi Gubernur Malut, Sherly Tjoanda dalam agenda yang berlangsung pada 22 Mei 2026 itu. Sejumlah pihak mempertanyakan identitas dan kapasitas keduanya dalam pertemuan yang membahas usulan pembangunan infrastruktur strategis di Maluku Utara.
Direktur Gerakan Perubahan Indonesia, Muslim Arbi, menjadi salah satu pihak yang menyampaikan kritik atas kehadiran pihak yang diduga berasal dari kalangan kontraktor dalam forum resmi pembahasan proyek pemerintah.
Menurut Muslim, apabila benar kedua perempuan tersebut merupakan pelaku usaha atau kontraktor yang berkaitan dengan proyek yang sedang dibahas, maka hal itu perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka untuk menghindari munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Publik berhak mengetahui siapa saja yang terlibat dalam forum resmi pembahasan proyek strategis daerah, sehingga tidak menimbulkan dugaan adanya konflik kepentingan,” ujar Muslim dalam keterangannya, Kamis (29/5/2026).
Ia juga meminta agar proses pengusulan dan pelaksanaan proyek infrastruktur tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan persaingan yang sehat sesuai ketentuan perundang-undangan.
Sorotan tersebut, berkaitan dengan usulan pembangunan koridor jalan Trans Kie Raha yang menghubungkan Sofifi, Weda, hingga Buli. Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mendorong konektivitas wilayah dan pemerataan pembangunan.
Dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, pertemuan Sherly dan AHY membahas berbagai program strategis, mulai dari pengembangan Sofifi sebagai ibu kota provinsi, percepatan pembangunan jalan dan irigasi, hingga dukungan infrastruktur bagi kawasan industri dan sentra pangan.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sherly Tjoanda memaparkan kondisi pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang terus meningkat seiring perkembangan industri hilirisasi, namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur dasar untuk memperluas manfaat pembangunan kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara diketahui mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,9 triliun kepada pemerintah pusat untuk mendukung sejumlah proyek prioritas, termasuk pembangunan jaringan jalan strategis dan infrastruktur penunjang lainnya.
Menko Infrastruktur AHY menyambut positif berbagai usulan tersebut dan menyatakan akan mengoordinasikan pembahasannya bersama kementerian terkait, termasuk Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kami melihat adanya visi pembangunan yang jelas dan kebutuhan infrastruktur yang harus segera ditangani untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata AHY sebagaimana dikutip dari rilis resmi kementerian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Gubernur Sherly Tjoanda terkait identitas maupun peran dua perempuan yang terlihat dalam foto pertemuan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah media juga belum memperoleh tanggapan.
Sementara itu, publik masih menunggu penjelasan dari pihak Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan guna memberikan kejelasan atas berbagai pertanyaan yang berkembang di ruang publik terkait pertemuan tersebut. (*)















