Berita  

Wali Kota Ternate Rangkul Diaspora Muda Lewat Forum Bacarita Basudara di Jakarta

Foto : Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman Saat Hadir pada forum Bacarita Basudara yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta

JAKARTA, maluttv.com— Komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wali Kota M. Tauhid Soleman pada forum Bacarita Basudara yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Forum yang dikemas dalam suasana santai dan terbuka itu menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, diaspora muda Ternate dan Tidore Kepulauan, serta komunitas anak muda dari berbagai daerah yang tergabung dalam jaringan Timur Network dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Muda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Discover The Natural Treasure of Ternate and Tidore, hasil kolaborasi Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, APEKSI, dan Hotel Borobudur Jakarta, yang bertujuan memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat jejaring generasi muda kawasan timur Indonesia.

Mengusung konsep “Ngobrol Tanpa Panggung”, forum Bacarita Basudara menghadirkan format diskusi yang cair tanpa sekat formalitas. Para peserta duduk bersama dalam lingkaran, berbagi cerita, pengalaman, hingga gagasan tentang masa depan daerah.

Wali Kota M. Tauhid Soleman mengatakan, pemerintah daerah terus membuka ruang partisipasi bagi anak muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan kota.

Menurutnya, berbagai fasilitas publik seperti Benteng Oranje kini telah diarahkan menjadi ruang kreativitas generasi muda, termasuk melalui pendekatan musyawarah perencanaan pembangunan berbasis komunitas.

“Pemerintah harus hadir bukan hanya membuat kebijakan, tetapi juga mendengar langsung suara generasi muda. Dari dialog seperti ini, banyak gagasan besar lahir,” ujarnya.

Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai Teman Bacarita, di antaranya Irene Umar, Tiar Nabilla Karbala, serta Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman.

Dalam diskusi, berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, penguatan identitas budaya, pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar produk lokal, hingga pengembangan ekowisata berbasis storytelling.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa kawasan timur Indonesia memiliki kekuatan besar di sektor kuliner, budaya, dan industri kreatif. Tantangannya, kata dia, adalah bagaimana seluruh potensi itu dapat dikelola dengan narasi yang kuat dan strategi promosi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Tiar Nabilla Karbala menilai kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan swasta dan platform digital, menjadi kunci dalam memperluas akses pasar produk-produk daerah.

Tak sekadar forum diskusi, Bacarita Basudara juga menghadirkan nuansa budaya khas Maluku Utara melalui pertunjukan musik tradisional, sajian air guraka, serta berbagai kuliner khas daerah yang mempererat rasa kebersamaan di antara peserta.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam, menyebut forum ini sebagai gambaran nyata bagaimana generasi muda kini menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan kota.

Melalui Bacarita Basudara, Pemerintah Kota Ternate menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan formal, tetapi juga lahir dari ruang-ruang dialog yang membangun kepercayaan dan kolaborasi.

Dari cerita yang dibagikan, lahir gagasan. Dari dialog yang terbuka, tumbuh harapan baru bagi masa depan kota dan kawasan timur Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *