Berita  

Pemkot Ternate Tawarkan Hilirisasi Rempah dan Ekonomi Biru, Bidik Investor Nasional dan Global

Foto : Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman Saat Memberikan Sambutan Pada Acara Gelaran Business and Investment Forum 2026 yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta

JAKARTA, maluttv.com — Pemerintah Kota Ternate terus memperkuat langkah strategis dalam mempromosikan potensi investasi daerah melalui gelaran Business and Investment Forum 2026 yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Forum investasi yang mengusung tema Transformasi Jalur Rempah: Hilirisasi, Ekonomi Biru, dan Kolaborasi Investasi Berkelanjutan itu menjadi momentum penting bagi Pemkot Ternate untuk memperkenalkan peluang investasi unggulan kepada investor nasional maupun internasional.

Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari investor, perwakilan kementerian, lembaga keuangan, pelaku usaha, hingga asosiasi industri yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga hadir sebagai mitra strategis dalam penguatan promosi investasi regional di Maluku Utara.

Forum dibuka dengan nuansa budaya melalui tarian tradisional Soya-Soya khas Ternate yang menggambarkan identitas sejarah dan semangat perjuangan masyarakat setempat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan potensi daerah yang menitikberatkan pada penguatan sektor hilirisasi rempah, perikanan terpadu, pariwisata bahari, hingga ekonomi biru.

Wali Kota M. Tauhid Soleman menegaskan bahwa transformasi ekonomi daerah harus bergerak dari pola lama yang bergantung pada penjualan komoditas mentah menuju sistem ekonomi berbasis nilai tambah.

Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah strategis agar komoditas unggulan Ternate, khususnya rempah-rempah, dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kota Ternate juga berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang sehat melalui sistem perizinan yang transparan, cepat, dan memberikan kepastian hukum bagi investor.

“Daerah harus mampu memberikan rasa aman dan kepastian kepada investor agar investasi yang masuk bisa berkembang dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi,” kata Tauhid dalam forum tersebut.

Tak hanya fokus pada sektor primer, forum investasi ini juga menampilkan potensi ekonomi kreatif melalui peragaan busana tenun khas Tidore sebagai bagian dari promosi budaya Maluku Utara.

Hal ini menunjukkan bahwa peluang investasi di wilayah timur Indonesia juga terbuka luas pada sektor industri kreatif dan ekonomi berbasis budaya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah narasumber dari Kementerian Investasi/BKPM, APINDO, Bank Indonesia, serta sektor perbankan menyoroti posisi strategis Ternate sebagai pusat pertumbuhan ekonomi maritim di kawasan timur Indonesia.

Mereka menilai Ternate memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pengolahan, sektor kelautan, pariwisata, serta ekosistem investasi berkelanjutan yang kini menjadi perhatian pasar global.

Antusiasme investor terlihat dalam sesi interaksi langsung di helpdesk promosi investasi, di mana sejumlah perwakilan kedutaan besar negara sahabat dan konsultan investasi aktif menggali peluang proyek, skema kerja sama, serta mekanisme investasi di Ternate.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Ternate menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi investor yang ingin tumbuh bersama daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Ternate sebagai kota strategis jalur rempah yang kini bergerak menuju pusat ekonomi maritim modern berbasis hilirisasi, ekonomi biru, dan investasi berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *