TERNATE, maluttv.com — Menjelang pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang menempatkan Kota Ternate sebagai tuan rumah agenda nasional, Swalayan Tarano Ate memperkuat berbagai persiapan untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan dan peserta dari berbagai daerah.
Persiapan dilakukan dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mitra Tarano Ate. Ketersediaan stok, kelengkapan produk, kebersihan, hingga kenyamanan pengunjung menjadi perhatian utama untuk memastikan Ternate mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu selama rangkaian kegiatan JKPI.
Direktur Swalayan Tarano Ate, Burhanuddin Rope saat diwawancarai awak media, ia mengatakan persiapan telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Langkah tersebut dilakukan karena agenda nasional JKPI diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM lokal,” Senin (24/8/2026)
“Kalau event itu mendatangkan banyak orang, otomatis orang akan datang dan belanja oleh-oleh. Itu pasti banyak berpusat di Tarano Ate,” kata Burhanuddin.
Sebagai salah satu destinasi wisata belanja di Maluku Utara, Tarano Ate memiliki posisi strategis dalam mendukung promosi produk lokal. Kehadiran peserta dan wisatawan dari berbagai daerah menjadi momentum untuk memperkenalkan produk unggulan Maluku Utara sekaligus meningkatkan transaksi UMKM.
Atas dasar itu, Burhanuddin memastikan seluruh rak penjualan akan diisi dengan produk UMKM. Para pelaku usaha juga diminta menyiapkan stok cadangan di rumah agar dapat segera memenuhi permintaan apabila terjadi peningkatan penjualan selama pelaksanaan JKPI.
Selain itu, tidak hanya soal stok, pengelola juga menyiapkan sistem distribusi yang lebih fleksibel selama berlangsungnya event nasional tersebut. Pelaku UMKM diberikan keleluasaan untuk memasukkan produk kapan saja selama toko masih beroperasi, termasuk pada hari libur.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kekosongan produk di rak penjualan sekaligus memastikan kebutuhan pengunjung dapat terpenuhi sepanjang pelaksanaan kegiatan.
Perkuat Fasilitas dan Pelayanan
Persiapan menghadapi JKPI juga menyasar aspek pelayanan dan fasilitas. Sejumlah pembenahan dilakukan, antara lain peningkatan pencahayaan di dalam ruangan, pengecekan pendingin ruangan, kebersihan serta kenyamanan area belanja.
“Kami berterima kasih kepada Kepala Dinas Perindag yang mau bekerja sama dengan Tarano Ate dengan meminjamkan beberapa staf. Ini sangat membantu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung,” katanya.
Produk Pala dan Kenari Jadi Andalan
Sejumlah produk khas Maluku Utara diproyeksikan menjadi incaran peserta dan wisatawan yang berkunjung ke Tarano Ate. Produk berbahan dasar pala dan kenari menjadi salah satu yang diprioritaskan.
“Minuman pala otomatis paling banyak dicari. Selain itu wastra, tenun, batik, manisan pala, olahan pala dan olahan kenari juga harus disiapkan,” ujar Bur
Beragam produk olahan kenari seperti makaroni kenari, stik kenari, kenari goreng, kenari panggang hingga berbagai produk turunannya juga diperkirakan memiliki daya tarik bagi wisatawan.
Burhanuddin menilai momentum JKPI tidak sekadar menjadi agenda nasional, tetapi juga peluang strategis untuk memperluas pasar produk lokal. Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan eksposur UMKM sekaligus memperkuat citra Ternate sebagai destinasi wisata dan pusat produk kreatif khas Maluku Utara.
“Harapannya, apa yang kami persiapkan dan apa yang menjadi ekspektasi terhadap banyaknya kunjungan bisa sesuai dengan harapan. Mulai dari depan sampai belakang, mudah-mudahan semuanya sudah siap,” pungkasnya. (vit/mtv)














