TERNATE, maluttv.com – Kota Ternate dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Insonesia (JKPI) ke- XII tahun 2026. Selain kehormatan dan kebanggaan bersama, momentum nasional dengan tema “Ternate Episentrum Rempah Dunia” yang dihadiri sekitar 1.500 peserta dari delegasi kota-kota pusaka di Indonesia tersebut menjadi ruang strategis pengenalan terhadap potensi alam, budaya, UMKM dan pariwisata Kota Ternate.
Kegiatan yang dihadiri tamu-tamu penting kenegaraan, diantaranya Kedutaan Besar Belanda dan sejumlah kepala daerah tersebut sudah dilaksanakan dan dibuka langsung oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman. Open ceremony-nya dipusatkan di cagar budaya Benteng Oranje Ternate, Rabu (26/8).
Lantas, mengapa areal Benteng Oranje dipilih panitia menjadi pusat acara pembukaan Rakernas JKPI ke-XII tahun 2026? Menurut Sekretaris Kota Ternate yang juga Ketua Panitia Rakernas JKPI ke-XII, Dr. Rizal Marsaoly, SE.,MM, selain situs sejarah dan cagar budaya nasional, Benteng Oranje memiliki makna besar dalam perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan negeri.
Alasan lain juga di balik penyelenggaraan forum nasional, kata Rizal yaitu pemanfaatan ruang, pemberdayaan komunitas dan memacu kreatifitas komunitas itu sendiri. “Keberadaan benteng, bisa juga menjadi ruang aktivitas komunitas mengasah ide dan gagasan mereka. Sebagai pemerintah, tentunya harus menyiapkan ruang itu untuk mereka, generas muda untuk berkarya,” ungkap RM76, sapaan Rizal Marsaoly.
Sebanyak 79 kepala daerah di Indonesia yang tergabung dalam forum JKPI. Sejauh ini, baru 40 orang kepala daerah yang terkonfirmasi kehadirannya. Sedangkan yang sisanya lagi, diinformasikan bakal berada di Kota Ternate sebelum acarab penutupan Rakernas tanggal 30 Agustus mendatang.
Open ceremony Rakernas JKPI 2026 berlangsung aman dan lancar. Peserta hadir dan memenuhi lokasi acara. Decak kagum dari delegasi kota pusaka terhadap sejarah dan budaya kota Ternate, apa terlebih cengkeh dan palanya. Ternate kota kecil yang mendunia karena rempah dan spirit juang masyarakatnya. (vit/mtv)














