Daerah  

Hasil Reses Ketua DPRD Malut Iqbal Ruray, Desa Tungute Ternate Butuh Talud dan Tambatan Perahu.

Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Drs.H.M.Iqbal Ruray,M.BA berfoto bersama Kepala Desa Tungute Ternate, Said Sania bersama masyarakat usai melakukan reses.

HALBAR, maluttv.com- Setelah mendatangi sejumlah titik, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Drs. Iqbal Ruray, M.BA kembali melanjutkan tugas kedewanannya di Desa Tungute, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan reses, Sabtu (16/05).

Kedatangan politisi partai Golkar senior Maluku Utara disambut Kepala Desa Tungute Ternate, Said Sania bersama masyarakatnya. Tatap muka politik itu berlangsung di kantor desa setempat.

Sebagai pengantar awal, Kades Said Sania dalam forum reses mempertanyakan realisasi bantuan 14 unit rumah terdampak banjir bandang yang dijanjikan oleh pemerintah provinsi. Selain pembangunan talud sekitar 1500 meter, Desa Tungute Ternate juga butuh tambatan perahu di areal muara sungai.

“Pemerintah provinsi telah berjanji untuk memberi bantuan rumah kepada warga yang terdampak banjir. Sayangnya, sampai saat ini, janji itu belum ditindaklanjuti. Kami berharap pak ketua (Iqbal red) bantu kawal dan pertanyakan keseriusan pemerintah daerah atas janji rumah tersebut,” ungkap mantan wasit PSSI.

Peserta reses juga tak mau kalah dengan Kadesnya. Sejumlah masyarakat yang mengikuti pertemuan terbuka bersama Ko Al menyampaikan tuntutan mereka, diantaranya UMKM, peralatan dan bibit pertanian serta bangunan tribun lapangan bola.

Aspirasi yang disampaikan Kades dan peserta reses didengar dan direspon positif Iqbal Ruray. Menurutnya, selain silaturahmi dengan konstituen di daerah pemilihan, tujuan utama reses yaitu menyerap aspirasi masyarakat (Asmara) secara detail dan akomodatif.

Iqbal juga menyampaikan soal kondisi keuangan negara yang tidak baik-baik saja sehingga berdampak terhadap jatah anggaran pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Maluku Utara. “Akibat adanya pemotongan anggaran pusat kepada daerah sekitar 800 miliar, dana Pokir anggota dewan yang biasanya 3 miliar perorang, tinggal 1 miliar. Angka ini tentunya tidak cukup untuk mengakomodir kebutuhan warga di Dapil 1, Halbar dan Ternate,” terang Iqbal.

Untuk merealisasikan tuntutan warga, Iqbal menyarankan peserta reses agar segera mengusulkan kebutuhan paling mendasar kepadanya dalam bentuk proposal. Iqbal berjanji siap mengawal dan menggolkan kebutuhan urgensi tersebut, melalui APBD Perubahan tahun ini atau APBD induk tahun mendatang. (wal/mtv).

Penulis: SawaludinEditor: Sawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *