Daerah  

Gandeng Peneliti UGM, Pemda Halut Kembangkan Varietas Unggul Pala GAMAPALATO dengan Sistem Klonal.

HALUT, maluttv.com – Setelah sukses dengan program hilirisasi kelapa, Kabupaten Halmahera Utara kembali berinovasi dengan terobosan barunya di bidang pertanian.

Potensi alam dengan sumber daya genetik melimpah dan terhampar luas di tanah Hibualamo menjadi peluang besar serta bernilai ekonomis bagi masyarakat. Peluang emas ini kemudian tidak disia-siakan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua.

Dengan menggandeng peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, Pemda Halut membidik dan mengembangkan varietas unggul buah pala melalui sistem klonal, yaitu penerapan tumbuhan dengan cara vegetatif atau distek (sambung pucuk dan kultur jaringan) untuk memperoleh keseragaman genetik, kualitas unggul dan percepatan masa panen.

“Kami berharap, dengan kemampuan yang dimiliki para peneliti UGM, tujuan kita untuk melahirkan varietas baru buah pala asal Halmahera Utara bisa tercapai. Varietas buah pala itu, nantinya diberi nama Gamapalo, yaitu Gadjah Mada Pala Tobelo,” ungkap Bupati Piet Hein Babua.

Untuk mendapatkan kualitas unggulan, sejumlah titik areal perkebunan warga, salah satunya yakni kebun pala Desa Kusuri, Kecamatan Tobelo Barat ditelusuri tim peneliti. Dengan menggunakan drone produk AMX UAV Technologies, perusahaan star up binaan UGM, para peneliti yang didampingi tim Pemda Halut yang terdiri dari Bupati Piet Hein Babua, Sekda E.J. Papilaya, Kadis Dinas Pertanian Piet Hein Onthony, Kadis Kominfo Yandre Sumtaki dan perwakilan Bapelitbangda Willi Kalaty melakukan pemetaan wilayah, pengembangan wilayah dan monitoring lokasi.

Menurut Bupati Piet Hein Babua, selain menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Pemda Halut, pengembangan buah pala GAMAPALATO tersebut juga bisa menjawab kebutuhan hilirisasi pala yang dicanangkannya.

“Saya sudah instruksikan kepada instansi teknis terkait agar serius dan wajib memberi dukungan penuh kepada tim peneliti UGM. Kami berharap, program ini bisa memberikan efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Setelah kelapa, target kita yakni hilirisasi pala. dan ini sangat menguntungkan masyarakat itu sendiri, terutama bagi petani. Setelah pembibitan melalui metode klonal, bibit pala ini kemudian akan dibagikan kepada masyarakat,” ujar Piet.

Sementara itu, Koordinator Tim Peneliti UGM, Prof. Tri Kuntoro Priyambono mengatakan, Halut memiliki potensi alam yang menjanjikan sehingga mereka tertarik melakukan penelitian di daerah Halut. Prof berjanji siap membantu sekaligus menyuksekan program hilirisasi pala sebagaimana tercantum dalam RPJM Halmahera Utara.

“Jika sebelumnya metode tanamnya melalui biji, kini konsep pembibitannya direkayasa dengan konsep klonal. yaitu pembibitan dengan cara stek, sambung pucuk dan kultur. Selain kualitasnya unggul, masa panennya juga cepat. kita mulai dari pembibitan sebagai awal proses, selanjutnya penataan tata kelola agrobisnis. Petani nantinya tidak menjual dalam bentuk buah melainkan sudah berbentuk barang jadi, yaitu minyak atsiri yang nilai jualnya sangat tinggi,” terang Prof Tri Kuntoro Priyambodo dan diiyakan oleh Prof. Agus Budi Setiawan, Guru Besar Fakultas Pertanian UGM.

Untuk mempermudah pekerjaan, Pemerintah Daerah Halmahera Utara disarankan oleh para peneliti harus memiliki alat Vertic Air. (hms/mtv)

Penulis: SawaludinEditor: Sawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *