TERNATE, maluttv.com — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Maluku Utara menggandeng komunitas ojek online (ojol) dan ojek pangkalan di Kota Ternate untuk memperkuat sinergitas antara aparat penegak hukum dengan masyarakat Kota Ternate.
Melalui program Kopi Bareng, Direktur Lalu Lintas Polda Maluku Utara, Komisaris Besar Polisi, Drs. Doni Hermawan, S.H. mengatakan, posisi tukang ojek di suatu wilayah sangatlah penting. Selain berefek pada pertumbuhan ekonomi, mereka menjadi pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Mobilitas dan aktivitas keseharian mereka di jalanan berhubungan langsung dengan masyarakat. Sehingga komunitas ojek merupakan pihak pertama dan terdepan yang mengetahui terhadap peristiwa sosial dan kemasyarakatan di suatu lingkungan.
“Alhamdulillah hari ini kita bertatap muka dan menggelar acara bersama. tujuan pertama yaitu menjalin dan memperkuat sinergitas kami dengan komunitas ojek online dan ojek pangkalan untuk sama-sama berkomitmen menjaga situasi Kamtibmas di Maluku Utara, khususnya di Ternate. Selain itu, Kami minta para pengendara harus menjaga tata tertib berlalulibtas demi menjaga keselamatan kita bersama,” ungkap Doni.
Menurutnya, aktivitas pengemudi ojek yang hampir setiap hari berada di jalan membuat mereka menjadi salah satu kelompok masyarakat yang paling cepat mengetahui berbagai informasi.
Doni menilai peran komunitas ojek kini tidak hanya sebatas mengantarkan penumpang atau barang. Mereka juga dapat menjadi penyambung informasi antara masyarakat dengan kepolisian.
“Begitu penting dan strategisnya teman-teman ojek bagi kami untuk membantu memberikan informasi. Tidak hanya sebagai pengantar penumpang, tapi juga sebagai pengantar informasi yang salurannya bisa sangat bermanfaat untuk kepolisian, untuk menjaga kamtibmas dan juga keselamatan, ketertiban serta kelancaran lalu lintas,” katanya.
Selain membantu menjaga kamtibmas, komunitas ojek juga didorong menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Hal ini dinilai penting mengingat pengemudi memiliki intensitas interaksi yang tinggi dengan masyarakat.

Doni juga berharap, tukang ojek menerapkan SOP atau ketentuan dalam berlalu lintas. Setiap penumpang yang diboncengnya wajib mengenakkan helm. Kesadaran ini penting agar menjaga keselamatan, baik pengendara maupun para penumpangnya.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian dengan komunitas ojek online dan ojek pangkalan perlu terus dipelihara. Selain sebagai mitra dalam menjaga kamtibmas, komunitas tersebut juga dapat menjadi saluran efektif untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
Doni berharap para pengemudi ojek dapat menjadi contoh dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus ikut menyebarluaskan pesan keselamatan kepada masyarakat di Maluku Utara. (vit/mtv)














