TERNATE, maluttv.com — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara resmi membuka Festival Salawaku 2026 di Benteng Oranje, Kota Ternate, Jumat (6/11/2026). Festival yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini digelar untuk memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan budaya, serta mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal naik kelas.
Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, menyatakan bahwa festival ini dirancang untuk menyatukan potensi UMKM, kreativitas generasi muda, dan kekayaan budaya daerah dalam satu ekosistem ekonomi produktif. Pemilihan Benteng Oranje sebagai lokasi bertujuan mengangkat sejarah dan identitas masyarakat Maluku Utara agar pelestarian budaya dapat menjadi sumber inovasi pertumbuhan ekonomi.
Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, dan Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly. Turut memberikan sambutan melalui rekaman video, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta yang sedang bertugas dalam pertemuan internasional di Paris, Prancis.
Sebelum puncak festival, BI telah melaksanakan rangkaian program Road to Salawaku berupa pelatihan hilirisasi perikanan, konveksi, budidaya maggot, pengembangan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelatihan wastra penenun pemula, program PALITA Pesantren, serta business matching pembiayaan UMKM. Puncak festival dimeriahkan dengan pameran UMKM, berbagai kompetisi seni dan kuliner yang melibatkan Alsya MCI 13, kegiatan sosial, serta hiburan dari penyanyi Adrian Khalif.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan besar UMKM di Maluku Utara. Data Dinas Koperasi dan UMKM menunjukkan, dari 194 ribu unit usaha yang menyerap 584 ribu tenaga kerja di wilayah tersebut, sebesar 95 persen di antaranya masih berada di skala mikro. Selain itu, pangsa kredit UMKM Maluku Utara per September 2026 baru mencapai 12,17 persen dari target nasional 30 persen, ditambah kendala tingginya biaya distribusi antarpulau, keterbatasan cold storage, serta kapasitas teknologi pengemasan dan sertifikasi produk.
Melalui festival ini, BI mendorong penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media untuk mengatasi berbagai tantangan dan memperluas pasar UMKM daerah secara nyata.(vit/mtv)














