Daerah  

SEMUA KEBUTUHAN SISWA SRT DITANGGUNG NEGARA, BUPATI HALUT UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA PRESIDEN RI.

HALUT, maluttv.com – Tercatat 270 orang anak didik di Halmahera Utara resmi mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao. Ratusan siswa itu terdistribusi di masing-masing tingkatan sekolah, yakni SD 90 siswa, SMP 90 siswa dan SMA 90 siswa.

Sekolah Rakyat Terintegrasi I yang merupakan Proyek Strategi Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto bisa menampung 1.080 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Konsepnya pembangunannya didisain terintegrasi. Ada ruang kelas dengan berbagai fasilitas standar, SRT ini juga terdapat gedung asrama.

Orang tua maupun keluarga siswa tidak perlu risau jika anaknya menempati asrama. Ini karena, SRT telah menyiapkan satu wali asuh untuk sepuluh orang anak. Mereka berperan sebagai orang tua pengganti. Menariknya lagi, kebutuhan siswa, baik dari keperluan seragam sekolah, makan, tempat tinggal hingga transportasi ditanggung negara alias gratis.

Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementrian Sosial. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Halmahera Utara, Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Bapak Prabowo Subianto dan Menteri Sosial karena telah menetapkan Kabupaten Halmahera Utara sebagai salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Indonesia,” ungkap Bupati Halut.

Hadirnya SRT I di Kecamatan Kao membantu orang tua di 17 kecamatan di Kabupaten Halut untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Bupati Halut berharap peluang emas tersebut, dimanfaafkan semaksimal mungkin oleh masyarakat negeri Hibualamo, terutama orang tua yang memiliki anak usia sekolah.

Bertenggernya SRT di daratan Utara Halmahera merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Tidak ada alasan orang yang tidak menyekolahkan anaknya karena alasan ekonomi. Ini karena semua kebutuhan siswa SRT ditanggung negara alias gratis.

Pada tahun ajaran 2016/2027, Sekolah Rakyat Terpadu Halut telah menerima sebanyak 270 orang siawa. Sebagai tanda dimulainya pengoperasian pendidikan, para siswa ini melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (22/9).

Selain Forkopimda, acara peresmian MPLS oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua tersebut dihadiri Staf Khusus Menteri Bidang SDM Fuji Abdul Rahman dan Asisten II Bidang Perekonomian Pemprov Malut, Sri Haryati Hatary. (hms/mtv)

Penulis: SawaludinEditor: sawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *