TERNATE, maluttv.com — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara mendorong pengembangan ekonomi biru sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru daerah, di tengah meningkatnya ketergantungan Maluku Utara terhadap sektor hilirisasi nikel.
Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadil Muhammad, mengatakan pesatnya hilirisasi nikel telah membawa perubahan signifikan terhadap struktur perekonomian daerah. Sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang sebelumnya menjadi penopang utama, kini menghadapi tantangan akibat dominasi sektor pertambangan dan industri pengolahan.
Menurut Fadil, kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan menyiapkan sektor ekonomi alternatif yang memiliki potensi berkelanjutan. Salah satu sektor yang dinilai strategis adalah ekonomi biru, khususnya perikanan dan industri turunannya.
“Perlu penyiapan strategi untuk membangun ekosistem ekonomi di Maluku Utara sebelum itu terjadi,” ujar Fadil.
Ia menyebutkan, Maluku Utara memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Namun, pemanfaatannya hingga kini masih belum maksimal karena aktivitas perikanan masih didominasi oleh sektor tangkap.
Sementara itu, pengembangan perikanan budidaya maupun industri pengolahan hasil laut masih memiliki ruang yang sangat luas.
“Hilirisasi perikanan masih dalam tahap awal, sehingga potensinya sangat besar untuk didorong,” katanya.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, BI mendorong terbentuknya ekosistem perikanan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari nelayan, koperasi, perusahaan sebagai off-taker, hingga industri pengolahan.
Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan yakni menawarkan peluang investasi pembangunan pabrik pengolahan ikan melalui forum investasi yang akan digelar di Makassar.
Fadil menegaskan, pengembangan ekonomi biru tidak boleh berhenti sebatas gagasan atau forum diskusi. Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha di lapangan harus diidentifikasi secara langsung untuk kemudian dirumuskan menjadi kebijakan dan program yang dapat dilaksanakan.
“Kita harus identifikasi real problem-nya apa, baru nanti kita formulasikan kebijakannya dan harus ada tindakan konkretnya,” tegasnya.
Penguatan sektor perikanan dan ekonomi biru diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi baru perekonomian Maluku Utara, sekaligus memperluas sumber pertumbuhan ekonomi agar daerah tidak terlalu bergantung pada komoditas pertambangan dan hilirisasi nikel. (Vita/mtv)












