HALUT, maluttv.com – Pembangunan sekolah minggu, jangan hanya dilihat dari konteks fisikal saja melainkan harus dimaknai jauh dari itu. Apalagi gedung gereja Imanuel Gamsungsi sebagai pusat siar agama dan merupakan jemaat tertua di Halmahera Utara sehingga harus menjadi suri teladan membangun kehidupan harmonis.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua dalam acara peresmian gedung sekolah minggu, remaja dan pemuda jemaat Imanuel Gamsungsi, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kamis (16/07).
Selain mendorong kreativitas anak-anak jemaat Imanuel Gamsungi, Bupati Piet mengapresiasi kualitas keimanan dan kesadaran masyarakatnya dalam beragama. “Kami berharap dengan diresmikan gedung ini, bisa menjadi pusat pembinaan iman dan pembentukan karakter gerejawi yang berakhlak mulia sehingga jemaat Imanuel ini menjadi pilar persatuan, kerukunan serta perdamaian,” ungkap Bupati Halut.
Orang nomor satu di negeri Hibualamo ini juga siap menjamin dan memberikan dukungan kepada masyarakatnya dalam bingkai kehidupan beragama yang rukun, aman dan damai sehingga ikatan sosial kemasyarakatan Halmahera Utara terjalin indah serta menyejukkan.
Sementara Ketua Umum Sinode GMIH Jalan Kemakmuran, Pendeta Demianus Ice dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pembangunan sekolah minggu, remaja dan pemuda jemaat Imanuel Gamsungi yang diperoleh dari gotong royong para jemaat merupakan wujud kasih dan penyertaan tuhan.
Hadirnya gedung ibadah ini, harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai pusat pendidikan iman anak-anak, remaja dan pemuda agar pembinaan gereja berlangsung berkesinambungan. “Pendidikan iman harus dilakukan secara terus menerus demi membentuk generasi yang memahami ajaran gereja dan memiliki karakter yang kuat dan menjadi pelayan tuhan,” ujar Demianus.
Sedangkan Ketua Panitia Pembangunan Gedung Sekolah Minggu, Remaja dan Pemuda Jemaat Imanuel Gamaungi, Johan Manery dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses pembangunan dimulai sejak 23 September 2018 dan pekerjaanya memakan waktu selama 8 tahun dengan berbagai kendala dan keterbatasan anggaran. “Dengan pertolongan Tuhan serta dukungan mandiri berbagai pihak, pembangunan dapat diselesaikan. Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Sinode GMIH, para donatur dan seluruh jemaat atas dukungan doa serta kerjasamanya,” kata Johan.
Peresmian gedung sekolah minggu jemaat Imanuel ini diisi dengan kegiatan ibadah oleh Pendeta Sefnat Hontong seraya dihibur musik Yangere dari anak-anak, remaja dan pemuda. Acara diwarnai dengan penandatanganan prasasi oleh Bupati Halut dan Ketua Sinode serta dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci gedung.
Usai peninjauan ruangan oleh Bupati Piet yang didampingi panitia dan pendeta, Forkopimda dan sejumlah OPD acara peresmian tersebut dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (hms/mtv)















