TERNATE, maluttv.com- Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly menghadiri Sidang Klasis ke-38 Gereja Protestan Maluku (GPM) Tahun 2026 yang digelar di Gereja Imanuel Ternate atau yang dikenal sebagai Gereja Ayam, Minggu (26/4/2026), mewakili Wali Kota Ternate.
Kehadiran Sekda dalam forum tahunan gerejawi tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Ternate terhadap peran lembaga keagamaan dalam memperkuat kehidupan sosial, spiritual, dan pembangunan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rizal menyampaikan apresiasi kepada jajaran GPM, khususnya Klasis Ternate, yang secara konsisten menyelenggarakan sidang klasis sebagai ruang evaluasi program pelayanan sekaligus penyusunan langkah strategis pelayanan gereja ke depan.
Menurut Rizal, GPM selama ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Ternate, terutama dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman.
âGPM tidak hanya menjalankan pelayanan rohani, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,â ujar Rizal.
Ia menilai, gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga nilai-nilai sosial, membangun karakter masyarakat, serta memperkuat semangat persatuan dan toleransi antarumat beragama.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan gereja dinilai perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, hingga persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
Rizal juga menegaskan bahwa Sidang Klasis ke-38 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sejauh mana pelayanan gereja telah menjawab kebutuhan umat.
Menurutnya, gereja tidak hanya hadir dalam pelayanan di mimbar, tetapi juga harus mengambil peran dalam pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan generasi muda, dan kepedulian terhadap isu lingkungan.
Selain menjadi forum evaluasi program pelayanan dan pengelolaan keuangan tahun 2025, sidang klasis ini juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat kualitas pelayanan organisasi ke depan.
Pemerintah Kota Ternate, lanjut Rizal, terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Di akhir sambutannya, Rizal mengajak seluruh peserta sidang untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab, menjaga semangat kebersamaan, serta menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan pelayanan gereja dan kesejahteraan masyarakat. (*)

















