Berita  

Didatangi Puluhan Orang Tua, Wagub Malut Sarbin Sehe Janji Cari Solusi bagi Siswa yang Belum Lolos SPMB

TERNATE, maluttv.com – Harapan baru muncul bagi puluhan calon siswa SMA yang belum memperoleh sekolah setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Maluku Utara resmi ditutup. Puluhan orang tua siswa mendatangi kediaman Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Kota Ternate, Jumat (3/7/2026), untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi selama proses pendaftaran.

Para orang tua mengaku mengalami kendala saat mengikuti pendaftaran secara daring. Mulai dari gangguan teknis sistem hingga keterbatasan kuota di sekolah tujuan, membuat anak-anak mereka belum berhasil diterima di sekolah mana pun.

Salah seorang perwakilan orang tua menyampaikan bahwa mereka berharap pemerintah dapat membuka ruang penyelesaian agar anak-anak tetap memperoleh hak untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami datang untuk meminta perhatian pemerintah. Anak-anak kami belum mendapatkan sekolah, sementara seluruh proses pendaftaran sudah ditutup,” ungkap salah satu orang tua.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, langsung menemui para orang tua dan berdialog secara terbuka. Dalam kesempatan itu, ia meminta seluruh data calon siswa yang mengalami kendala segera didata agar dapat ditindaklanjuti bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.

Menurut Sarbin, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan setiap anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan. Karena itu, ia meminta seluruh persoalan diidentifikasi secara rinci agar solusi yang diambil tepat sasaran.

“Semua identitas dan kendala para calon siswa akan kami data. Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan berupaya memberikan solusi terbaik agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” tegas Sarbin.

Di sela-sela dialog, Sarbin juga berupaya mencairkan suasana dengan menyampaikan candaan kepada para orang tua yang hadir. Langkah tersebut membuat suasana yang semula penuh kekhawatiran berubah menjadi lebih tenang dan komunikatif.

Pertemuan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Para orang tua mengaku lega karena pemerintah merespons cepat keluhan mereka serta memberikan harapan bahwa persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti sehingga hak pendidikan anak-anak di Maluku Utara tetap dapat terpenuhi. (Vita/mtv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *