Berita  

Solar Langka, PT Siantan Ternate Berlakukan Sistem Ganjil Genap.

TERNATE, maluttv.com – PT Siantan Ternate mulai menerapkan sistem penyaluran solar berdasarkan nomor polisi kendaraan berpolas ganjil dan genap. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh konsumen mendapatkan jatah di tengah keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kota Ternate.

Kebijakan tersebut diterapkan setelah pihak perusahaan melakukan audiensi dengan Pertamina guna membahas pemenuhan kebutuhan solar di wilayah tersebut.

Perwakilan PT. Siantan Ternate, Ramli, menjelaskan bahwa sistem ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh konsumen. Selama ini, sistem antrean bebas membuat sebagian pengendara tidak mendapatkan pasokan solar.

“Tujuan saya bikin begitu supaya semua dapat. Selama ini saya kasih semua masuk, akhirnya yang lain tidak dapat,” ujar Ramli saat ditemui di kantornya, Selasa (29/9/2026).

Saat ini, pihak perusahaan baru menguji coba sistem ganjil-genap ini sebanyak satu kali dan masih terus melakukan evaluasi terkait efektivitasnya di lapangan. “Baru kemarin satu kali. Kita mau lihat bagaimana. Kalau bagus, saya jalani,” tambahnya.

Menurut Ramli, pembatasan ini terpaksa dilakukan karena PT Siantan Ternate hanya menerima pasokan solar terbatas, yakni sekitar 5.000 liter dalam sekali pengiriman. Namun, pada uji coba pertama yang dikhususkan untuk kendaraan berpelat nomor genap, sistem ini terbukti berhasil menyisakan stok dari hari Sabtu hingga hari Senin.

Dalam teknisnya, kendaraan berpelat genap dan ganjil akan mendapatkan giliran pada jadwal yang berbeda dengan jatah maksimal 60 liter per kendaraan. Kendati demikian, aturan ini bersifat fleksibel. Jika terjadi lonjakan antrean kendaraan dari kedua kelompok secara bersamaan, pihak perusahaan akan memangkas jatah menjadi 25 liter per kendaraan agar stok tetap terbagi rata.

Ramli menegaskan kebijakan ganjil-genap ini sama sekali bukan untuk membatasi akses masyarakat, melainkan bentuk keadilan distribusi. Terlebih, banyak konsumen dari luar daerah seperti Halmahera yang juga bergantung pada pasokan solar di Ternate karena kelangkaan di wilayah mereka.

“Kasihan juga, karena kalau semua masuk, akhirnya yang lain tidak dapat, seperti dari Halmahera. Solar cuma ada di sini, sementara di sana belum datang,” pungkas Ramli.(vit/mtv)

Penulis: VhytaEditor: Sawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *