TERNATE, maluttv.com- Setelah Seni Saleh, istri Bripka. Hamdani Buamonabot yang menyesalkan sikap tidak empaty nya Gubernur Sherly Tjoanda kepada keluarga korban ledakan speed boat Bela72 di Pelabuhan Regional Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, 12 Oktober 2024 lalu, kini nasib serupa ternyata juga menimpa kepada sejumlah korban ledakan speed boat Bela72.
Semula keluarga korban dan korban merasa senang ketika Sherly yang ditengarai sebagai pemilik armada laut mewah bernilai miliaran tersebut menebar janji manis. Mulai dari memberi pekerjaan, modal usaha, bangun rumah hingga biaya pendidikan anak-anak merupakan komitmen “Ratu Tik Tok” bersama pihak keluarga korban dan korban Bela72.
Sebagaimana pengakuan dua orang penumpang yang menjadi korban laka laut yang menggemparkan jagat raya nasional. Kedua korban yang meminta namanya tidak dipublish mengaku, sejak insiden berdarah tahun 2024, mereka kesulitan bertemu Sherly.
“Biaya rumah sakitnya, itu biaya sendiri. Sherli tidak menanggungnya. Padahal saya hadir dan ditugaskan oleh partai untuk mengkampanyekan Bapak BL sebagai Calon Gubernur. Harusnya, Ibu Sherly itu harus empaty sadiki kah. Ini torang hanya dapa janji-janji terus. Katanya mau kasih pekerjaan, sampe skarang moco. Dia berbohong,” kesal korban yang bagian tubuhnya cidera dan mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Luwuk dan kemudian dirujuk ke Jakarta.
Keluhan yang sama juga dari tim BL, seorang pria yang tangan kirinya patah. Untuk mengumpulkan dana perawatan, dia terpaksa harus ngojek. “Beberapa kali berupaya ketemu Onco (Sherly red) tapi susah sampe. Ajudannya cuma abis dijanji-janji. Selalu bilang nanti cari waktu. Ibu lagi sibuk. Padahal saya ini tim pak. Benny. Orang dalam,” ungkap korban yang enggan namanya dipublish.
Menurut pengakuan korban, biaya medis ditanggulangi secara mandiri. Sherly sebagai pemilik speed boat mewah tersebut tidak memiliki kepekaan untuk merealisasikan komitmennya. Ruang Restorative Justice (RJ) yang digagas Kejaksaan Negeri pun tidak membuahkan hasil. Meski draf RJ sudah ditandatangani korban dan keluarga korban, komitmen yang dijanjikan big bos Bela Hotel yang kini menduduki kursi nomor satu di negeri para raja enggan memenuhi komitmennya.
Gubernur Sherly Tjoanda ketika diminta konfirmasi soal keluhan dan tuntutan korban dan keluarga korban ledakan speed boat Bela72 melalui Whats App nya, tidak merespon. (tim/mtv)














