Berita  

Letusan Gunung Dukono Telan Dua Korban Jiwa, Satu Pendaki Masih Hilang

Foto : Proses Evakuasi Tim SAR Kepada Korban Letusan Gunung Dukono Kab. Halut

HALUT, maluttv.com – Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap para pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono terus berlangsung. Berdasarkan perkembangan operasi SAR hari pertama, jumlah korban dalam insiden tersebut tercatat sebanyak 20 orang, dengan rincian 15 orang selamat, dua orang meninggal dunia, dan tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian serta pendataan.

Informasi awal kejadian diterima pada Jumat (8/5/2026) pukul 08.55 WIT dari Kepala Desa Mamuya, setelah Basarnas Command Center (BCC) mendeteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin di koordinat kawasan puncak Gunung Dukono.

Laporan tersebut, kemudian dikonfirmasi langsung oleh Kepala Desa Mamuya yang menyebut sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat terdampak material erupsi dan membutuhkan bantuan evakuasi.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue, kemudian melanjutkan perjalanan menuju jalur pendakian.

Setibanya di Posko Pengamatan Gunung Dukono sekitar pukul 09.56 WIT, tim SAR langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara guna menyusun langkah evakuasi.

Berdasarkan keterangan sementara dari korban yang berhasil selamat, total terdapat 20 pendaki yang berada di lokasi saat erupsi terjadi. Sebanyak 15 orang telah berhasil dievakuasi ke tempat aman.

Sementara itu, dua pendaki dilaporkan meninggal dunia dan diketahui merupakan warga negara asing asal Singapura, masing-masing bernama Timo dan Sahnas.

Selain itu, satu orang pendaki masih dinyatakan hilang, sementara dua orang lainnya masih bertahan di area puncak gunung untuk melakukan pencarian terhadap rekannya yang belum ditemukan.

Meski demikian, data tersebut masih bersifat sementara dan akan dipastikan kembali setelah Tim SAR tiba langsung di lokasi kejadian.

Operasi SAR melibatkan gabungan personel dari Basarnas, Polres, BPBD, TNI, serta masyarakat setempat. Total puluhan personel diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian di medan yang cukup berat.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban hilang masih terus dilakukan, sementara pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Dukono mengingat status gunung yang masih aktif dan berpotensi mengalami erupsi susulan. (dir/mtv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *