Berita  

Lima Pendaki Terluka Akibat Letusan Gunung Dukono, Tim SAR Lakukan Evakuasi

Foto : Gunung Dukono Di Kab. Halmahera Utara Meletus

HALUT, maluttv.com – Erupsi mendadak Gunung Dukono pada Jumat pagi (8/5/2026) memicu kepanikan di kalangan pendaki yang berada di kawasan puncak. Sedikitnya lima orang dilaporkan mengalami luka-luka setelah terkena lontaran material vulkanik saat gunung api tersebut meletus sekitar pukul 07.42 WIT.

Insiden itu terjadi ketika sejumlah wisatawan lokal masih berada di zona berbahaya di sekitar kawah, meski sebelumnya beberapa tamu warga negara asing (WNA) disebut berada di radius aman. Informasi sementara menyebutkan terdapat dua kelompok pendaki lokal yang berada di area rawan saat erupsi berlangsung.

Satu kelompok yang turun melalui jalur Desa Ruko dilaporkan selamat, namun satu orang mengalami cedera pada bagian kaki saat berusaha menyelamatkan diri dari hujan material vulkanik.

Sementara itu, satu kelompok lain yang menggunakan jalur pendakian Desa Mamuya hingga kini masih dalam proses pencarian. Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang dan berada di bibir kawah saat erupsi terjadi.

Kepala Pos SAR Tobelo, Rudin, mengatakan laporan awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari Kepala Desa Mamuya, Budiman Djoma, sekitar pukul 08.55 WIT. Laporan itu diperkuat dengan sinyal darurat SOS yang terdeteksi dari perangkat Garmin di area puncak Gunung Dukono.

“Informasi yang kami terima ada sejumlah pendaki mengalami luka akibat erupsi dan membutuhkan evakuasi segera,” ujar Rudin.

Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bergerak menuju lokasi pada pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue dan melanjutkan perjalanan dengan pendakian menuju titik korban. Estimasi waktu tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 WIT.

Lokasi kejadian berada di jalur pendakian Desa Mamuya, Kecamatan Galela, dengan jarak sekitar 14 kilometer dari Pos SAR Tobelo. Tim harus menempuh perjalanan darat sejauh 45 kilometer selama kurang lebih 1,5 jam sebelum melanjutkan pendakian sejauh 7 kilometer.

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan personel Pos SAR Tobelo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Halmahera Utara, serta masyarakat setempat. Tim dilengkapi peralatan evakuasi, medis, dan komunikasi untuk mendukung proses penyelamatan.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dan kondisi para pendaki lainnya masih terus dipantau. Pihak SAR memastikan perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala. (dir/mtv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *