Berita  

TOGAMA PALA diperkenalkan di Yogyakarta, Bupati Piet Hein Babua Tampil Memukau di Kuliah Umum UGM.

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si saat Memberi Kuliah Umum di UGM Jogjakarta, Kamis (01/10).

YOGYAKARTA, maluttv.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus mendorong hilirisasi komoditas kelapa dan pala sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi daerah. Arah kebijakan ini tidak lagi sekadar menempatkan Halmahera Utara sebagai daerah penghasil bahan mentah, tetapi mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, industri, lapangan kerja, investasi dan pasar ekspor di daerah.

Langkah tersebut semakin diperkuat melalui kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Bupati Halut, Dr. Hein Piet Babua, M.Si diberi kesempatan oleh UGM untuk menyampaikan materinya lewat kuliah umum dengan tema “Transformasi Ketahanan Ekonomi Daerah Melalui Percepatan Hilirisasi Kelapa dan Pala serta Tata Kelola Eksport di Kabupaten Halmahera Utara” di ruang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Yogyakarta, Kamis (01/10).

Pemaparan Bupati cukup mengalir Mulai dari potensi, pengembangan komoditi serta konsep dan output  hilirisasi komoditi unggulan dijelaskan secara detail. Orang nomor satu di negeri Hibualamo ini tampil memukau. Dihadapan peserta, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si menjelaskan, hilirisasi merupakan bagian penting dari transformasi struktur ekonomi daerah.

“Hilirisasi di Halmahera Utara bukan sekadar membangun industri. Hilirisasi adalah upaya mengubah struktur ekonomi daerah, dari ekonomi berbasis bahan mentah menjadi ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.” ungkap Piet.

Menurutnya, kelapa dan pala memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan ekonomi Halmahera Utara. Kedua komoditas tersebut harus dikembangkan tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga melalui penguatan teknologi, pengolahan, standardisasi produk, perdagangan dan tata kelola ekspor.

“Kelapa dan pala harus menjadi sumber nilai tambah, lapangan kerja, investasi dan peluang usaha yang manfaat ekonominya semakin besar tinggal di Halmahera Utara,” ujarnya.

Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi penting untuk memastikan kebijakan hilirisasi berbasis pada riset, inovasi dan teknologi. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas komoditas, mengembangkan varietas unggul, memperkuat teknologi pengolahan serta membuka akses pasar yang lebih luas.

TOGAMA PALA: Dari Kolaborasi Riset Menjadi Identitas Produk. Salah satu bagian menarik dalam kuliah umum tersebut adalah diperkenalkannya TOGAMA PALA, sebuah nama yang lahir dari kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan UGM dalam penelitian dan pengembangan tanaman pala.

TOGAMA PALA: Tobelo Gajah Mada Pala merupakan nama yang diperkenalkan untuk jenis pala yang saat ini sedang diteliti dan dikembangkan bersama para peneliti UGM.
Pengembangan TOGAMA PALA diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan karakteristik tanaman pala yang memiliki potensi unggul, terutama dalam mendukung peningkatan produktivitas, kualitas dan pengembangan komoditas pala Halmahera Utara.

Dengan demikian, TOGAMA PALA tidak berhenti sebagai sebuah nama atau hasil penelitian, tetapi diarahkan menjadi bagian dari strategi pengembangan produk unggulan daerah berbasis riset.

Setelah kuliah umum, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Gadah Mada Yogyakarta diwakili Dekan Fakultas MIPA, Prof. Dr. Reza M.I.Pulungan S.Si.,M.Sc dengan Pemda Halut yang ditandatangani langsung Bupati Dr. Piet Hein Babua, M.Si dan Kepala Dinas Pertanian Halut. (tim/mtv)

Penulis: SawaludinEditor: Sawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *