TERNATE, maluttv.com– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Maluku Utara menggelar Kie Raha Economic Forum dengan tema “Akselerasi Investasi Daerah Mendorong Sektor Non-Tambang sebagai Mesin Pertumbuhan Baru Maluku Utara” yang berlangsung di Gedung Maitara, Kantor BI Maluku Utara, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala KPwBI Maluku Utara Handi Susila, Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas Sumedi Andono Mulyo, Chief Economist BCA David E. Samuel, Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Kepala OJK Maluku Utara, Kepala BPS Maluku Utara, unsur Forkopimda, OPD, hingga para pelaku usaha.
Kepala KPwBI Maluku Utara, Handi Susila mengatakan forum strategis ini rutin dilaksanakan setiap triwulan sebagai wadah pembaruan informasi terkait perkembangan ekonomi global, nasional, hingga regional Maluku Utara.
Dalam paparannya, Handi menjelaskan bahwa pada April 2026 tercatat inflasi di Maluku Utara sebesar 2,42 persen. Menurutnya, peningkatan inflasi secara nasional dipengaruhi oleh sektor transportasi, terutama kenaikan harga bahan bakar pesawat akibat meningkatnya harga minyak mentah atau crude oil di pasar internasional.
“Untuk inflasi dari sisi makanan tercatat sebesar 3,37 persen, sementara inflasi kumulatif year to date berada di angka 1,18 persen dan masih berada di bawah target indikatif,” ujar Handi.
Melalui forum tersebut, Bank Indonesia juga terus memperkuat fungsi advisory kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha guna mendorong kebijakan investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, Handi menegaskan bahwa Bank Indonesia mendorong pengembangan sektor non-tambang agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Utara.
“Penguatan sektor non-tambang penting dilakukan agar struktur ekonomi daerah lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan,” tandasnya. (Vita/mtv)
















