TERNATE, maluttv.com – Sebanyak 482 peserta didik Global Science Institute (GSI) di Ternate diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerja juga mampu menciptakan lapangan kerja serta memberikan manfaat. Pelaksanaan Wisuda Alumni Program Komputer 1 Tahun Angkatan ke -25 yang berlangsung di Aula Banau Universitas Khairun Ternate, “Sabtu (31/10/2026)
Pesan tersebut disampaikan Direktur Global Science Institute dalam prosesi wisuda 482 peserta didik yang telah mengikuti program pendidikan dan pelatihan selama kurang lebih satu tahun.
Ia mengatakan, para lulusan harus menjadikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh sebagai bekal untuk mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Direktur Global Science Institute (GSI) Ternate, Dr Abdurrahman Hi Usman, S.P.d, S.H, MPd, M,H menyampaikan bahwa wisuda bukan hanya seremoni kelulusan melainkan bentuk pengakuan atas proses pembelajaran, kerja keras, kedisplinan dan komitmen para peserta didik.
Selain mendorong lulusan memasuki dunia kerja maupun membuka usaha sendiri, pihak GSI juga berharap para peserta didik dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
GSI membuka peluang bagi alumninya untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana (S1) melalui Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara (STAR), dengan program studi Teknik Informatika.
Ia menjelaskan, selama ini sejumlah alumni GSI memilih melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tersebut untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan memperdalam keahlian di bidang teknologi informasi.
Pada kesempatan itu, ia juga meminta perhatian lebih besar dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate terhadap pengembangan lembaga pelatihan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, dukungan pemerintah melalui program pelatihan gratis merupakan bentuk fasilitasi kepada masyarakat untuk memperoleh keterampilan tanpa harus terbebani biaya pendidikan dan pelatihan.
Ia mengatakan bahwa pemerintah memberikan kesempatan kepada lembaga untuk mengelola program pelatihan bagi masyarakat, sementara pembiayaannya ditanggung pemerintah.
“Kami mohon perhatiannya lebih besar lagi. Pemerintah memberikan bantuan bukan kepada kami, tetapi kepada masyarakat melalui kami. Mereka diberikan pelatihan gratis, kami yang memfasilitasi, dan pemerintah yang membayar,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Tenaga Kerja yang selama ini memberikan dukungan, termasuk bantuan peralatan pelatihan.
Selain dukungan pemerintah, GSI juga mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah menerima peserta didiknya untuk mengikuti praktik kerja lapangan (PKL).
Program komputer profesional selama satu tahun tersebut dilengkapi pengalaman PKL selama kurang lebih dua bulan. Melalui kegiatan itu, peserta didik memperoleh kesempatan mengenal langsung lingkungan kerja dan menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Ke depan, GSI berharap semakin banyak masyarakat mempercayakan pendidikan dan pelatihan putra-putri mereka kepada lembaga tersebut, sehingga semakin banyak generasi muda Maluku Utara yang memiliki keterampilan dan siap berkontribusi bagi daerah,”pungkasnya.
Sementara itu, terpisah Penasihat Yayasan Global Nusantara, Dr.M.Ridha Ajam,M.Hun mengapresiasi kontribusi GSI yang telah berkiprah lebih dari 20 Tahun sebagai lembaga pendidikan mandiri yang dikelola masyarakat.Ia juga berharap keterampilan yang diperoleh peserta didik GSI dapat menjadi modal memasuki dunia kerja.(vit/mtv)














