TERNATE, maluttv.com – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara resmi melepas sebanyak 768 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Maluku Utara dalam acara yang berlangsung di Aula Raudah Asrama Haji Ternate, Selasa (28/4/2026).
Pelepasan jamaah berlangsung khidmat dan penuh haru, ditandai dengan prosesi pemukulan gong serta penyerahan pataka sebagai simbol pemberangkatan jamaah menuju Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe menekankan pentingnya evaluasi dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun. Menurutnya, pelaksanaan haji selalu mengalami perubahan, baik dari sisi kuota maupun kebijakan teknis yang mengacu pada regulasi pemerintah Saudi Arabia maupun pemerintah Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa perubahan sistem dan kebijakan merupakan hal yang wajar dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah, sehingga diperlukan kesiapan dan penyesuaian dari seluruh pihak, termasuk jamaah itu sendiri.
Selain itu, Sarbin juga mengingatkan para jamaah agar tidak terpengaruh isu-isu global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Ia meminta seluruh jamaah tetap tenang dan fokus mempersiapkan diri, terutama menjaga kondisi fisik dan kesehatan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.
“Jangan khawatir dengan isu konflik di Timur Tengah. Yang terpenting saat ini adalah menjaga kesehatan, memperkuat fisik, dan mempersiapkan diri agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar,” ujarnya.
Berdasarkan data panitia, jumlah Jamaah Calon Haji Provinsi Maluku Utara tahun 2026 tercatat sebanyak 768 orang yang berasal dari 10 kabupaten/kota. Kota Ternate menjadi daerah dengan jumlah jamaah terbanyak, yakni 584 orang, disusul Kota Tidore Kepulauan 119 orang, Kabupaten Halmahera Barat 19 orang, Halmahera Tengah 10 orang, Halmahera Utara 17 orang, Halmahera Timur 10 orang, Halmahera Selatan 2 orang, Kepulauan Sula 16 orang, Pulau Morotai 6 orang, dan Pulau Taliabu 1 orang.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur juga mengingatkan jamaah untuk menjaga sikap, karakter, serta memperkuat kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya mendahulukan pelaksanaan ibadah wajib dan rukun haji sebagai prioritas utama.
Menurutnya, kekompakan antarsesama jamaah menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah, terutama mengingat kondisi dan situasi di Tanah Suci yang membutuhkan kesiapan fisik maupun mental.
Di akhir sambutannya, Sarbin Sehe berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan, memperbanyak doa, dan memohon ridha Allah SWT agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar serta kembali ke daerah dengan predikat haji yang mabrur.
“Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, dan kembali ke tanah air dengan membawa keberkahan serta menjadi haji yang mabrur,” tutupnya. (Vita/ mtv)














