TERNATE, maluttv.com – Pemerintah Kota Ternate bersama Bank Syariah Indonesia resmi meluncurkan program Pasar Gamalama Berhaji yang dirangkaikan dengan peresmian lapak pasar dan pojok layanan legalitas BSI di kawasan Pasar Gamalama, Selasa (28/4/2026).
Program ini, menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan syariah di tengah masyarakat, khususnya para pedagang pasar, sekaligus mendorong kesiapan masyarakat dalam merencanakan ibadah haji melalui sistem tabungan yang lebih terarah.
Peluncuran ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota M. Tauhid Soleman sebagai simbol dimulainya operasional layanan tersebut. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Berhaji, hasil kolaborasi Pemerintah Kota Ternate dan BSI untuk memperluas edukasi keuangan syariah dan memperkenalkan produk Tabungan Haji kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kontribusi BSI yang dinilai tidak hanya menghadirkan layanan keuangan syariah, tetapi juga ikut mendukung fasilitas publik di kawasan pasar, termasuk renovasi musala Pasar Gamalama.
Menurut Tauhid, keberadaan layanan perbankan syariah di pusat aktivitas ekonomi rakyat menjadi langkah strategis untuk mendekatkan akses layanan keuangan sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam merencanakan ibadah haji sejak dini.
Ia menjelaskan, Pasar Gamalama sebagai pasar induk di Ternate memiliki potensi besar dalam pengembangan program serupa. Ke depan, program ini diharapkan dapat diperluas ke sejumlah pasar lainnya seperti Pasar Bastiong, Pasar Dufa-Dufa, hingga Pasar Syariah di Kelurahan Sasa.
“Program seperti ini sangat baik dan perlu diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil di pasar,” ujarnya.
Wali Kota juga menyinggung tingginya minat masyarakat Ternate untuk menunaikan ibadah haji. Pada musim haji 2026, Pemerintah Kota Ternate tercatat melepas sebanyak 556 calon jamaah haji yang akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding rata-rata tahun sebelumnya yang berkisar 267 jamaah per tahun. Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan tingginya kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menjalankan rukun Islam kelima.
Tauhid mengajak masyarakat, terutama pedagang pasar dan aparatur sipil negara, untuk mulai membangun kebiasaan menabung sebagai langkah awal mempersiapkan ibadah haji.
Menurutnya, proses antrean keberangkatan haji yang masih membutuhkan waktu belasan tahun menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk memulai perencanaan sejak dini.
“Berhaji itu dimulai dari niat. Kalau niat sudah ada, maka langkah awalnya adalah mulai menabung. Jangan menunggu nanti mampu, karena proses keberangkatannya membutuhkan waktu panjang,” katanya.
Melalui program Pasar Gamalama Berhaji, Pemerintah Kota Ternate dan BSI berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan syariah sekaligus memperoleh edukasi tentang perencanaan ibadah haji secara lebih terstruktur.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah, yang tidak hanya menopang aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung kebutuhan spiritual melalui perencanaan keuangan yang lebih matang. (dir/mtv)














