Berita  

SUTAN Soligi Buka Akses Pasar Nelayan, Pasok Puluhan Ton Ikan ke Industri di Pulau Obi

Foto : Salah satu hasil tangkapan nelayan dalam program SUTAN Soligi. Dan nantinya Puluhan Ton Ikan dipasok ke Industri di Pulau Obi

HALSEL, maluttv.com– Aktivitas melaut bagi nelayan di Desa Soligi, Kabupaten Halmahera Selatan, tidak lagi sekadar rutinitas mencari nafkah harian. Melalui program Sentra Pengolahan Ikan Nelayan (SUTAN), para nelayan kini mampu memperkuat ekonomi keluarga dengan akses pasar yang lebih stabil dan terstruktur.

Setiap hari, perahu-perahu nelayan kembali dari laut membawa berbagai hasil tangkapan seperti kerapu, kakap, baronang, tuna, hingga cakalang. Ikan-ikan tersebut kemudian ditimbang sebelum dipasarkan, baik di pasar lokal maupun melalui jaringan pemasaran yang lebih luas.

Di pasar lokal, harga ikan konsumsi cukup bervariasi. Kerapu dan kakap umumnya dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram, sementara tuna berkisar Rp22 ribu per kilogram. Meski demikian, fluktuasi harga dan kondisi cuaca kerap menjadi tantangan bagi para nelayan.

Kehadiran program SUTAN menjadi solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Melalui fasilitas pengolahan ikan serta penyimpanan dingin (cold storage), nelayan dapat menjaga kualitas hasil tangkapan dan tidak lagi harus menjual ikan pada hari yang sama.

Salah satu penggerak SUTAN di Desa Soligi, Ibrahim, mengatakan bahwa program ini membantu nelayan mendapatkan pasar yang lebih pasti.

“Hasil tangkapan bukan hanya untuk kebutuhan rumah. Kami juga bisa menyalurkan lebih dari satu hingga dua ton ikan setiap bulan ke dapur-dapur katering di Harita Nickel,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, fasilitas cold storage sangat membantu nelayan mengatur waktu penjualan ikan. Saat tangkapan melimpah, ikan dapat disimpan lebih lama tanpa mengurangi kualitas kesegarannya.

“Dengan penyimpanan dingin, kami tidak harus menjual semua ikan di hari yang sama. Jadi harga tetap bisa lebih kompetitif,” tambahnya.

Sepanjang tahun 2024, kelompok nelayan SUTAN di Desa Soligi tercatat telah menyalurkan lebih dari 24 ton ikan ke kantin-kantin karyawan Harita Nickel di Pulau Obi. Skema ini sekaligus memperkuat rantai pasok kebutuhan pangan bagi ribuan pekerja, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi nelayan lokal.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa program SUTAN dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi kelompok.

“Program ini tidak hanya membantu pemasaran, tetapi juga meningkatkan kemampuan nelayan dalam pengelolaan mutu hasil tangkapan serta pencatatan keuangan kelompok,” jelasnya.

Selain mendukung sektor perikanan, perusahaan juga bekerja sama dengan masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan pesisir. Hingga tahun 2024, rehabilitasi mangrove telah dilakukan di lebih dari 23 hektare kawasan pesisir sebagai langkah menjaga ekosistem pantai dari ancaman abrasi.

Dukungan sosial lainnya juga diberikan melalui layanan kesehatan di PUSTU Soligi dengan penyediaan tenaga medis serta suplai obat-obatan secara rutin, serta pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas sosial masyarakat.

Broto menegaskan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.

“Kami menyadari keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang operasional industri, tetapi juga bagaimana masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat ekonomi secara nyata,” ujarnya.

Dengan adanya program SUTAN, aktivitas melaut bagi nelayan Desa Soligi kini tidak hanya menjadi tradisi turun-temurun, tetapi juga bagian dari rantai pasok ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan di Pulau Obi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *