TERNATE, maluttv.com – Memasuki periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate melaporkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan strategis. Lonjakan ini ternyata sudah terpantau sejak beberapa bulan terakhir, termasuk ketika Wakil Presiden melakukan kunjungan ke Pasar Higienis Ternate.
Sekretaris Daerah Kota Ternate yang juga Ketua TPID, Rizal Marsaoly mengungkapkan bahwa, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menahan gejolak harga. Salah satu upaya yang ditempuh adalah operasi pasar bersama instansi terkait.
“Kami turun langsung mengecek kondisi pasar dan melakukan intervensi, terutama terhadap para pemasok,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Rizal menjelaskan, sebagian besar komoditas penyumbang inflasi merupakan barang yang didatangkan dari luar daerah. Alhasil, pasokan mudah terganggu akibat kondisi cuaca dan jalur distribusi. Fakta ini semakin jelas terbaca saat TPID Ternate dan Bank Indonesia melakukan kunjungan kerja ke TPID Sulawesi Utara.
“Di Sulawesi Utara, kami baru mengetahui bahwa 60 persen pasokan komoditas pangan mereka ternyata dikirim ke Ternate. Informasi ini menjadi dasar untuk memperkuat kerja sama dan memastikan tidak terjadi kelangkaan,” terangnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, komoditas seperti bawang merah dan minyak goreng tercatat mengalami kenaikan paling signifikan. Bahkan, TPID menemukan adanya oknum pedagang yang menaikkan harga secara sepihak saat operasi pasar berlangsung.
Rizal menegaskan, akan memberi sanksi tegas kepada pelaku yang terbukti memainkan harga. “Kami tidak akan kompromi. Tindakan tegas akan kami ambil,” katanya.
Meski begitu, ia memastikan bahwa, stok pangan tetap aman menjelang Nataru. “Pasokan dari daerah penyangga cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya. (Vita)


















