Kadatong Tidore Racing Team Menggelar Kejurda Kadatong Tidore Road Race

TERNATE, maluttv.com- Dalam upaya menekan maraknya balap liar di Jalan Pahlawan Revolusi kini mendapat solusi konkret. Kadatong Tidore Road Race Racing Team resmi menggagas penyelenggaraan kejuaraan balap motor yang awalnya dirancang sebagai turnamen terbuka, namun setelah melalui berbagai pertimbangan dan konsultasi, ditingkatkan statusnya menjadi Kejuaraan Daerah (Kejurda).

Inisiatif ini lahir dari keresahan terhadap aktivitas balap liar yang kerap dilakukan anak-anak muda pada malam hari, membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengganggu ketertiban umum. Melalui kejurda ini, para pemuda diharapkan dapat menyalurkan minat dan bakat mereka ke jalur yang positif, aman, dan legal, yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 12-14 Desember 2025 mendatang.

Saat ditemui diruang Sekretariat, Ketua Panitia Kegiatan, Rusmin Fachruddin menjelaskan bahwa, dalam struktur perlombaan, panitia menyiapkan sejumlah kelas utama, mulai dari kategori Pemula, kelas terbuka untuk pembalap berpengalaman, hingga kelas khusus pembalap lokal Maluku Utara. Penekanan utama kejuaraan ini adalah pada pengembangan talenta daerah, bukan semata-mata mengejar dominasi pembalap profesional.

“Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga pembinaan. Kita ingin melahirkan pembalap-pembalap berbakat dari Maluku Utara,” menjadi semangat utama yang diusung penyelenggara. Terangnya.

Lanjut Rusmin, kejuaraan ini direncanakan hanya diikuti pembalap dari Maluku Utara. Namun seiring berkembangnya kebutuhan peralatan serta meningkatnya animo peserta dari luar daerah, statusnya ditingkatkan menjadi kejuaraan regional.

“Hingga saat ini, tiga provinsi telah mengonfirmasi keikutsertaan, yakni, Sulawesi Selatan (Makassar), Maluku (Ambon) Dan Sulawesi Utara (Manado). Sementara dari dalam Maluku Utara sendiri, peserta dipastikan datang dari Tobelo, Morotai, Tidore, dan Bacan”, ujarnya.

Penyelenggaraan kejuaraan ini juga diproyeksikan memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Pengelolaan pintu masuk area lomba dipercayakan kepada kelompok pemuda setempat. Selain itu, disediakan berbagai titik parkir dan ruang usaha bagi masyarakat untuk berjualan.

Meski berpotensi menimbulkan gangguan sementara terhadap aktivitas harian masyarakat, Rusmin menuturkan, panitia telah menyiapkan langkah-langkah di antaranya dengan penerapan sistem identifikasi penonton menggunakan gelang tiket, pembatasan akses keluar-masuk, serta pengaturan khusus bagi warga yang tetap harus beraktivitas di sekitar lokasi.

“Sebagai panitia penyelenggara, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas terganggunya aktivitas lalulintas di areal jalan Pahlawan Revolusi, karena menggunakan sejumlah fasilitas umum”, imbuhnya.

Dukungan terhadap kejuaraan ini mengalir dari berbagai pihak. Seperti dukungan dari Sekretaris Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly disebut sangat antusias dan memberikan fasilitasi administratif penuh sejak tahap perencanaan. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk DLH dan unsur olahraga, turut memberi respons positif.

Dari unsur keamanan, Polres setempat memberikan dukungan penuh, bahkan Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto disebut sebagai penggemar olahraga bermotor. Sementara dari tingkat provinsi, izin dan rekomendasi dari Polda juga telah dikantongi.

Tak hanya itu, KONI juga menyatakan kesiapan bersinergi, sejalan dengan misi pembinaan atlet daerah.

Lebih jauh, kejurda ini juga membawa visi besar bagi masa depan olahraga balap motor di Ternate. Salah satunya adalah harapan terbangunnya sirkuit balap permanen sebagai wadah resmi untuk pembinaan dan penyelenggaraan event balap berkelanjutan.

Ia berharap, dengan adanya kejuaraan resmi ini, diharapkan para pembalap jalanan dapat beralih dari aktivitas ilegal menuju kompetisi yang aman, terukur, dan memiliki masa depan.

Saat ini, panitia tengah menyelesaikan sejumlah tugas teknis, mulai dari:

  • Pemasangan peralatan balap, termasuk sistem transponder yang didatangkan dari Makassar
  • Koordinasi penuh dengan tim manajemen titik masuk
  • Finalisasi seluruh dokumen izin dan rekomendasi
  • Penerapan sistem identifikasi penonton dan pengendalian akses

Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kejurda berjalan aman, tertib, serta memberi manfaat luas bagi masyarakat. (Dir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *