TERNATE, maluttv.com– Kapal Motor (KM) Intim Teratai dilaporkan karam di perairan Desa Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa (17/2/2026) dini hari. Ratusan penumpang berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang melibatkan tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 04.45 WIT. Setelah menerima informasi tersebut, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
“Prioritas pertama kami adalah menyelamatkan penumpang yang dalam kondisi kritis akibat kekurangan oksigen. Sejumlah sarana kami turunkan, termasuk speed boat dan kapal patroli,” ujar Iwan saat ditemui di Pelabuhan Ternate.
Proses evakuasi turut dihadiri dan dipantau oleh Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, Kapolsek Pelabuhan Ahmad Yani, serta Wadir Polairud Polda Maluku Utara AKBP Eddi Daulay.
Sementara itu, Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II Ternate, Sugandi, menyampaikan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Meski demikian, beberapa di antaranya mengalami sesak napas dan luka ringan akibat insiden tersebut.
Sugandi juga mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara jumlah penumpang dalam manifest resmi dan jumlah korban yang dievakuasi. Dalam dokumen manifest tercatat sekitar 144 penumpang, namun total korban yang dievakuasi mencapai 246 orang.
“Saat ini kami masih melakukan pendataan ulang dan mencocokkan data korban dengan manifest resmi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kapasitas maksimal KM Intim Teratai sebenarnya mampu menampung hingga 400 penumpang, sehingga insiden ini bukan disebabkan oleh kelebihan kapasitas. Namun demikian, ketidaksesuaian data penumpang tetap menjadi perhatian serius pihak otoritas pelabuhan.
Terkait kerugian materiil serta proses pemulangan penumpang, KSOP menegaskan hal tersebut menjadi tanggung jawab pemilik kapal atau agen pelayaran. Adapun penyebab pasti kapal karam masih dalam tahap penyelidikan dengan meminta keterangan dari nahkoda dan awak kapal.
Sugandi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi, di antaranya Basarnas, KPLP, Polri, Pelindo, serta tim kesehatan pelabuhan yang bergerak cepat menangani para korban.
Hingga saat ini, kondisi para penumpang yang telah dievakuasi terus dipantau, sementara proses investigasi penyebab karamnya kapal masih berlangsung. (Vita/mtv)
















