HALTENG, maluttv.com – Sebuah kapal Tongkang yang mengangkut Ore/ bijih nikel dilaporkan mengalami insiden hingga terbalik di perairan depan area jetty kawasan industri PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Informasi mengenai kejadian tersebut, pertama kali diterima redaksi maluttv.com dari laporan seorang warga pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 23.29 WIT. Berdasarkan keterangan sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, kapal tongkang yang memuat ore nikel itu tiba-tiba kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik di perairan sekitar dermaga.
“Awalnya kondisi laut terlihat normal, tidak ada angin kencang atau gelombang besar. Tiba-tiba kapal sudah dalam posisi miring lalu terbalik,” ungkap sumber tersebut.
Hingga saat ini, identitas kapal, termasuk nama kapal dan asal muatan Ore nikelnya, masih dalam proses penelusuran. Redaksi maluttv.com juga masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak otoritas pelabuhan maupun manajemen perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut.
Diketahui, Maluku Utara merupakan salah satu daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia. Sejumlah wilayah seperti Halmahera Timur, Halmahera Tengah, hingga Pulau Obi di Kabupaten Halmahera Selatan menjadi sumber utama produksi bijih nikel yang sebagian besar dipasok ke kawasan industri pengolahan PT. IWIP di Kabupaten Halteng.
Insiden kapal terbalik ini, memunculkan kekhawatiran terkait potensi dampak lingkungan di sekitar area perairan jetty. Muatan bijih nikel dalam jumlah besar yang tercecer berpotensi menyebabkan sedimentasi di dasar laut apabila menyebar ke perairan sekitar.
Selain itu, kemungkinan kebocoran bahan bakar dari kapal juga dapat memengaruhi kualitas air laut di wilayah pesisir jika tidak segera dilakukan penanganan.
Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Halteng, IPDA Amir saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengatakan, sejauh ini belum ada laporan resmi atas peristiwa tersebut.
“Sampai sekarang belum ada laporan resmi. Coba hubungi anggota Polair, karena waktu liat video mereka sempat cek kapal sebelum tenggelam”, terang Amir.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti insiden tersebut maupun langkah penanganan yang telah dilakukan di lokasi kejadian. Redaksi maluttv.com masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memperoleh informasi yang lebih lengkap. (Lex/mtv)

















