TERNATE, maluttv.com – Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryati Hatari, menghadiri kegiatan Kie Raha Economic Forum yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara, Jumat (27/2/2026).
Dalam sambutannya, Sri Haryati menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia melalui KPwBI Maluku Utara atas terselenggaranya forum ekonomi tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mendorong transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya di sektor pangan.
Menurutnya, penguatan peran BUMD pangan sangat penting dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Sri bahkan mencontohkan model pengelolaan pangan seperti yang diterapkan oleh PT Food Station Tjipinang Jaya di Jakarta.
“Seandainya Maluku Utara memiliki Food Station seperti di Jakarta, saya yakin dan percaya inflasi kita tetap terjaga dan harga-harga tidak akan menjadi yang termahal,” ujarnya.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Dodo Tri Widodo, Kepala KPwBI Maluku Utara Handi Susila, serta perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Maluku Utara.
Kepala KPwBI Maluku Utara, Handi Susila, menjelaskan bahwa Kie Raha Economic Forum merupakan agenda tahunan yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Forum ini menjadi sarana diseminasi informasi terkait perkembangan ekonomi daerah sekaligus membahas prospek ekonomi ke depan.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang inklusif di Maluku Utara,” kata Handi.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku Utara, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, akademisi, serta para pelaku usaha di Maluku Utara.
Rangkaian Kie Raha Economic Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama ketiga narasumber, yang membahas strategi penguatan ketahanan pangan daerah, pengendalian inflasi, serta prospek ekonomi Maluku Utara di tengah dinamika nasional dan global. (Vita)

















