HALSEL, maluttv.com– Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus memperkuat kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Pulau Obi. Hal itu ditandai dengan peresmian Masjid Madinatul Hijrah di permukiman baru Desa Kawasi, Kecamatan Obi, oleh Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Kamis (22/1/2026).
Peresmian masjid yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah tersebut berlangsung khidmat. Bupati Bassam Kasuba meresmikan masjid dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, didampingi Sultan Bacan Muhammad Irsyad Maulana Syah, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Bassam menegaskan bahwa, penamaan Madinatul Hijrah memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurutnya, perpindahan warga Kawasi ke permukiman baru merupakan bentuk hijrah sosial, serupa dengan hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah yang diawali dengan pembangunan masjid sebagai pusat peradaban.
“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan penguatan kehidupan sosial. Hijrah ini harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan, kebersamaan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bassam.
Ia berharap, Masjid Madinatul Hijrah dapat menjadi pusat kebersamaan warga Kawasi serta menjadi ruang sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Pulau Obi dan Halmahera Selatan secara berkelanjutan.
Fasilitas Ibadah Representatif di Permukiman Baru Masjid Madinatul Hijrah dibangun sejak November 2021 dan rampung pada Juli 2022. Berdiri di atas lahan seluas 2.267 meter persegi, masjid ini mampu menampung hingga 750 jemaah. Fasilitas pendukung meliputi tempat wudhu dan toilet terpisah bagi laki-laki dan perempuan, pasokan air bersih, serta area parkir yang memadai.
Perwakilan manajemen Harita Nickel, Topan Prasetyo, menyampaikan bahwa, perusahaan mendukung penyediaan fasilitas ibadah sebagai bagian dari pembangunan kawasan permukiman yang tertata dan terintegrasi.
“Komitmen kami tidak hanya pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai spiritual dan keharmonisan sosial masyarakat Kawasi,” katanya.
Disambut Positif Warga dan Tokoh Agama Kehadiran masjid di permukiman baru mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ketua Majelis Taklim Madinatul Hijrah, Siti Muhammad, menyebut lingkungan baru lebih nyaman dan kondusif bagi aktivitas keagamaan dan pendidikan anak.
“Kegiatan keagamaan lebih hidup, ibu-ibu juga semakin kompak. Dari segi kenyamanan, jauh lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Imam Masjid Madinatul Hijrah, Ahmad Osalia, mengatakan aktivitas keagamaan telah berjalan sejak warga mulai menempati permukiman baru dua tahun lalu. Dengan peresmian ini, ia berharap masjid semakin dimakmurkan.
“Tidak hanya untuk shalat lima waktu, tapi juga kegiatan sosial dan keagamaan, terutama menyambut bulan suci Ramadan,” ungkapnya.
Rangkaian peresmian turut dimeriahkan dengan tarian Cakalele, lantunan shalawat, serta Tabligh Akbar yang diisi oleh Syekh Abdullah Saleh Mohammed Jaber dan Ustadz M. Saleh Sakola. Acara juga dirangkaikan dengan pengukuhan badan takmir masjid dan pengurus majelis taklim sebagai tanda dimulainya pengelolaan mandiri oleh warga. (*)


















