TERNATE, maluttv.com – Panggung politik Partai Golongan Karya Provinsi Maluku Utara cukup menyita perhatian publik, terutama kader, simpatisan dan pengurus the yellow. Setelah beberapa kali molor dengan berbagai argumentasi, Musyawarah Daerah ke VI Partai Golkar Provinsi Maluku Utara tahun 2026 resmi digelar, Minggu (12/04) hari ini.
Persiapan forum demokrasi bergengsi tingkat daerah ini dirancang spektakuler dan berkelas. Puncak pelaksanaanya di Amara Hotel Kota Ternate.
Dari balik kemegahan acara Musda ke VI yang bakal dihadiri langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, tersirat dinamika politik di internal pohon beringin. Konflik of interest antar pendukung Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher dan Alien Mus tidak bisa dielakkan.
Perang dingin antara kedua kubu terjadi menjelang Musda. Berbagai manuver dan lobi-lobi politik intens dilakukan Anjas di Jakarta demi ambisinya menggantikan posisi si Ratu Kuning. Bahkan dalan sesi pendaftaran pencalonan Ketua DPD Partai Golkar, Anjas masih sesumbar dan percaya diri memperoleh dukungan dari 9 DPD Kabupaten/Kota.
Sebagai politisi berpengalaman, langkah dan pendekatan politik AT tersebut direspon datar oleh Alien. Setiap isu dan narasi propaganda di ruang publik ditanggapi dengan senyum khasnya. “Insha Allah, kita lihat aja nanti,” ucap politisi perempuan asal Pulau Taliabu, singkat.
Ambisi Anjas menjadi Ketua DPD Partai Golkar Malut akhirnya kandas dengan fatwa atau diskresi DPP. Di beringin sendiri, pengurus dibatasi dua periode kepemimpinan. Namun aturan ini tidaklah baku karena menjadi standar mutlak organisatoris. Ketua yang pernah menjabat dua kali berturut-turut bisa melanjutkan kepemimpinan ke tiga kalinya asalkan memperoleh hak diskresi, baik lisan maupun tertulis dari DPP. Kebijakan ini kemudian menjadi tiket Alien menuju bursa pencalonannya di Musda ini.
Anjas bisa mengklaim memiliki kedekatan emosional dengan Bahlil. Bahkan ikatan sosial AT dan Menteri ESDM menjadi materi optimis para pendukungnya. Ruang ini kemudian dimanfatkan oleh kubu Anjas sebagai langkah strategis mematikan niat Alien untuk hattrick. Beberapa ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota pun ikut nimbrung dan memberi dukungan tertulis kepada Anjas.
Sayangnya ekspektasi politik berkata lain. Jelang Musda, dalam tikungan tajam, politisi perempuan ini memperlihatkan kepiawaianya. Tanpa banyak ucap, Si Ratu Kuning melenggang bebas dan mengkanvaskan ambisi politisi senior asal Halmahera Timur. Anjas cs akhirnya terjirat dalam percaturan politik pusat. Anjas cs bisa mengandalkan kedekatannya dengan Bahlil. Sayangnya, mereka lupa tentang bagaimana dan bentuk hubungan emosional Mbak Titiek Soeharto dengan Anggota DPR RI perempuan asal Maluku Utara. Di DPP sendiri juga, sosok Alien dinilai akomodatif, familiar dan mau berkorban untuk kepentingan partai di daerah.
Konstalasi politik internal telah terurai. dinamika sudah mencair. Sebagai upaya penyelamatan, mau tidak mau dan dengan berat hati, ketua-ketua DPD II Golkar Kabupaten/Kota dan Ormas pendiri dan didirikan yang notabene pendukung Anjas terpaksa harus menyesuaikan dengan hilalnya Jakarta.
Forum demokrasi bergengsi yang bakal dihadiri Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Bupati/Walikota berlangsung meriah. Setelah mendapat dukungan penuh dari pemilik suara Musda ke VI, Alien Mus diprediksi hattrick dengan putusan aklamasi. Sebuah dinamika dan perjalanan politik Partai Golkar Malut yang endingnya cukup manis. Jika di arena Musda nanti aklamasi berjalan sesuai skema, Alien Mus mencatat sejarah sebagai politikus perempuan Maluku Utara yang sukses menduduki puncak beringin tiga kali berturut-turut.(dir/mtv)

















