TERNATE , maluttv.com – Gajali Abd Mutalib kembali terpilih sebagai ketua petahana Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Maluku Utara periode 2026–2031 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) III yang digelar di Muara Hotel Ternate, Minggu (25/10/2026).
Jajaran pengurus baru tersebut langsung dikukuhkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO, Shinta Widjaja Kamdani.
Musprov III ini mengusung tema “Mendorong Daya Saing Pengusaha Daerah, Kepastian Investasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara yang Inklusif dan Berkelanjutan”.
Dalam sambutannya, Gajali Abd Mutalib melaporkan perkembangan organisasi pada periode sebelumnya yang telah berhasil merampungkan konsolidasi organisasi. APINDO Maluku Utara kini telah resmi membentuk kepengurusan di seluruh 10 kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Gajali juga menyoroti tantangan kesenjangan ekonomi di Maluku Utara. Menurutnya, meskipun pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sangat besar, angka kemiskinan di empat kabupaten penghasil tambang masih tinggi.
Untuk mengatasi jurang pemisah tersebut, APINDO berkomitmen memperkuat rantai pasok antara produk lokal UMKM dengan kawasan industri, serta melanjutkan program pelatihan manajerial bersama jajaran pemerintah dan sektor perbankan seperti Bank Indonesia (BI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Sementara itu, Ketua DPN APINDO Shinta Widjaja Kamdani memaparkan tiga pilar utama modal masa depan Maluku Utara, yakni industri unggul, kekayaan laut, serta keragaman pariwisata. Shinta mencatat bahwa Maluku Utara berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia sebesar 34,17% pada tahun 2025.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, DPN APINDO mendorong tiga program strategis: pengembangan ekonomi biru (blue economy) seperti budidaya rumput laut, program APINDO UMKM Merdeka, dan pelatihan kapasitas SDM.
Shinta juga memberikan delapan tugas utama bagi kepengurusan baru, termasuk penciptaan lapangan kerja layak, pengawalan isu ketenagakerjaan, advokasi regulasi perizinan, serta perluasan kemitraan dengan pemerintah daerah.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang hadir memberikan arahan, mengapresiasi sinergi lintas sektor ini namun turut menggarisbawahi adanya ketimpangan nyata antara sektor hulu dan hilir. Ia menyatakan bahwa rantai ekonomi antara pelaku usaha lokal (petani, nelayan, UMKM) di sektor hulu belum tersambung dengan baik ke perusahaan-perusahaan besar di sektor hilir seperti IWIP, Harita, Antam, dan NHM.
Lebih lanjut, Sherly memaparkan potensi ratusan hektar budidaya rumput laut yang didukung laut bersih, serta keunggulan geografis Maluku Utara yang dekat dengan pasar Asia-Pasifik (Jepang, Cina, Korea, Hong Kong) untuk membuka peluang jalur ekspor langsung.
Acara pengukuhan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta, panel Ketum DPN APINDO, dan Gubernur Maluku Utara mengenai kebutuhan konkret sektor UMKM, perikanan, pertanian, serta pariwisata. (vit/mtv)














