Daerah  

Bupati Halut Lepas Ekspor Perdana Cocopeat dan Cocochip ke Taiwan

Oplus_16908288

HALUT, maluttv.com– Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ekspor perdana produk cocopeat dan cocochip yang dilakukan oleh PT Pasific Coir International. Kegiatan tersebut berlangsung di Pelabuhan Kontainer Desa Rawajaya, Kecamatan Tobelo, Rabu (01/04/2026) sore.

Ekspor perdana itu, secara resmi dilepas oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, sekitar pukul 17.20 WIT. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah, forkopimda, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya dengan total sekitar 50 orang.

Beberapa pejabat yang hadir di antaranya, Ketua DPRD Halmahera Utara Cristina Lesnussa, Direktur PT Pasific Coir International Mr. Orhan Yilmaz, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. Alex Donald M.L. Gaol, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson P., Ketua Pengadilan Negeri Tobelo R. Muhammad Syakrani, Kajari Halmahera Utara Bambang Sunoto, Sekda Halmahera Utara Drs. E.J. Papilaya, Wakil Ketua I DPRD Halut Ingrid Paparang, Dan Pos AL Tobelo Lettu Laut (P) Mario Latumahina, serta Dan Sub Denpom XV/1-1 Tobelo Letda CPM Irwansyah K.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua. Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menyampaikan bahwa ekspor perdana cocopeat dan cocochip tersebut merupakan momentum penting bagi kemajuan ekonomi daerah.

Menurut Bupati, kegiatan ini tidak hanya sekadar pengiriman produk ke luar negeri, tetapi juga menjadi bukti bahwa potensi sumber daya alam Halmahera Utara, khususnya komoditas kelapa, mampu diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi dan bersaing di pasar global.

“Halmahera Utara memiliki potensi kelapa yang sangat besar. Selama ini pemanfaatannya masih terbatas, namun melalui inovasi dan investasi seperti yang dilakukan PT Pasific Coir International, limbah sabut kelapa dapat diolah menjadi cocopeat dan cocochip yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta diminati di pasar internasional,” ujarnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada PT Pasific Coir International atas komitmennya berinvestasi di Halmahera Utara. Menurutnya, kehadiran industri pengolahan kelapa tersebut memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah daerah berharap ekspor perdana ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pengembangan berbagai produk turunan kelapa lainnya sehingga Halmahera Utara dapat menjadi salah satu pusat industri kelapa unggulan di Indonesia.

Selain itu, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung iklim investasi yang kondusif, termasuk mempermudah proses perizinan serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan beberapa catatan penting kepada pihak perusahaan, di antaranya agar perusahaan dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal, menjaga pengelolaan industri yang ramah lingkungan, serta menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat sekitar.

Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, produksi sabut kelapa dari PT NICO diperkirakan mencapai sekitar 100 hingga 150 ton per hari. Oleh karena itu, pemerintah berharap PT Pasific Coir International dapat terus memperluas kapasitas produksinya agar potensi bahan baku tersebut dapat terserap secara optimal.

Adapun ekspor perdana cocopeat dan cocochip tersebut diberangkatkan dengan tujuan negara Taiwan. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus memperluas pasar ekspor daerah.

Prosesi pelepasan ekspor dilakukan secara simbolis oleh Bupati Halmahera Utara di area pelabuhan kontainer. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga pukul 18.30 WIT dalam keadaan aman dan lancar.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berharap kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan nilai ekspor komoditas unggulan berbasis kelapa, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa di daerah tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *