LOLODA, maluttv.com- Dengan menumpangi motor bodi, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Drs. H.M. Iqbal Ruray, MBA menemui konstituennya di Desa Bosala, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (11/02).
Kehadiran pemimpin parlemen Maluku Utara dari partai Golkar di sana, dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat (Asmara) melalui kegiatan reses anggota dewan masa sidang pertama tahun 2026.
Dari pelabuhan Kedi menuju Desa Bosala, Iqbal bersama rombongan didampingi Sekretaris Kecamatan Loloda, Kaspar Sakliressi. Tiba di Bosala, wakil rakyat Daerah Pemilihan I (Ternate dan Halbar) ini dijemput Kepala Desa Bosala Roy Madeso.
Kegiatan reses dihadiri tokoh masyarakat, tokoh gereja, tokoh pemuda dan perempuan. Sejumlah Kepala Desa kampung tetangga, diantaranya Kades Tolofuo dan Kades Tuguis, Yantje Sidiki pun turut serta dalam tatap muka bersama Ketua Deprov Malut, Iqbal Ruray.
Sejumlah program urgensi diusulkan pemerintah desa dan masyarakat. Untuk Desa Bosala, para jemaat menginginkan bantuan pembangunan gereja, mimbar khotbah dan keyboard. Sedangkan Desa Tolofua, mereka membutuhkan bak air bersih, toa dan aplifier masjid. Sementara Desa Tuguis melalui Kadesnya, butuh infrastruktur jalan. Bagi mereka, sejak kemerdekaan masyarakat di sana tidak mendapat perhatian pembangunan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Sebenarnya, tong masyarakat sudah trauma dengan sering menghadiri kegiatan reses. Ini karena tong pe usulan jarang direalisasi. Tapi kami yakin, dengan kehadiran Ketua DPRD Malut disini, usulan dan kebutuhan masyarakat pasti dikabulkan,” ujar Jefri dan Fitson, peserta reses.
Sebelum menanggapi permintaan warga dan pemerintah desa, politisi senior partai beringin Maluku Utara, Iqbal Ruray menyoroti medan jalan dari Kecamatan Ibu Menuju Desa Kedi, Loloda. Bagi Iqbal jalur darat yang menghubungkan akses perekonomian warga pedalaman menjadi perhatian serius oleh pemerintah provinsi dan pusat.
“Infrastruktur darat yang kami lalui tadi itu cukup mengerikan. Selain terjal, jalannya diapit jurang yang dalam. Selain itu rawan longsor. Setelaj saya saksikan langsung, maka ini menjadi salah satu catatan penting bagi saya juga sebagai ketua DPRD Maluku Utara. Ini harus mendapat perhatian serius oleh pemerintah provinsi dan pusat,” tandas anggota DPRD lima periode ini.
Sementara soal usulan program peserta reses, direspon baik Ko Al, sapaan akrab wakil rakyat Dapil 1. Hanya saja, Dengan pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat, sebagian usulan warga tidak semuanya tercover dalam dana pokok pikiran (Pokir) anggota dewan. Pasalnya, buntut pemotongan anggaran daerah, besaran Pokir yang sebelumnya sekitar Rp. 3 hingga 5 miliar turun menjadi Rp. 1 miliar.
Iqbal berjanji akan mengakomodir sebagian usulan warga melalui dinas teknis terkait. Untuk itu, program yang dibutuhkan nanti, kata Iqbal dituangkan dalam bentuk proposal. Sedangkan, mimbar gereja, toa dan amplifier masjid adalah bantuan pribadi politisi bertangan dingin ini. (lud/mtv).


















