TERNATE, maluttv.com– Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Maluku Utara menggelar Workshop Pemanfaatan Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 sekaligus mini kompetisi bagi penyedia jasa konstruksi. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Emerald Hotel, Kota Ternate, Senin (9/2/2026).
Workshop tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai asosiasi penyedia jasa konstruksi di Maluku Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku jasa konstruksi terhadap sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang kini mengedepankan mekanisme E-Katalog dan mini kompetisi.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Umum UPT Kementerian PU Wilayah Maluku Utara, Ardiyanto Soamole, saat diwawancarai awak media menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari sosialisasi kebijakan baru pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Workshop ini bertujuan memberikan pelatihan sekaligus pemahaman terkait kebijakan pengadaan barang dan jasa yang kini diprioritaskan melalui mekanisme mini kompetisi berbasis E-Katalog,” ujar Ardiyanto.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini jumlah penyedia jasa konstruksi lokal Maluku Utara yang telah memiliki etalase produk di E-Katalog masih sangat terbatas. Kondisi tersebut berpotensi membuat peluang pekerjaan konstruksi di daerah justru diambil oleh penyedia dari luar daerah yang lebih siap secara administrasi dan sistem.
“Kalau penyedia lokal tidak segera beradaptasi, peluang pekerjaan konstruksi di Maluku Utara bisa saja diambil oleh penyedia dari luar yang lebih siap dari sisi administrasi dan pemahaman sistem,” jelasnya.
Lebih lanjut Ardiyanto menambahkan, perubahan sistem pengadaan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa pengadaan jasa konstruksi harus diprioritaskan melalui metode mini kompetisi.
“Sekarang sistemnya sudah berubah. Kalau dulu pengadaan dilakukan melalui tender reguler dengan penyampaian penawaran, sekarang pendekatannya menggunakan E-Katalog dan mini kompetisi,” tandasnya.
Melalui workshop ini, UPT Kementerian PU Maluku Utara berharap penyedia jasa konstruksi lokal dapat segera menyesuaikan diri dengan sistem baru, sehingga mampu bersaing dan mengambil peran lebih besar dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi di daerah. (Vita)


















