TERNATE, maluttv.com– Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate menggelar Pertemuan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Bangga Kencana berbasis kearifan lokal sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Royal Resto, Kamis (22/1/2025).
Pertemuan ini dihadiri para camat, kepala puskesmas se-Kota Ternate, serta pendamping Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan pemahaman bersama terkait strategi penyampaian informasi stunting yang tepat, efektif, dan mudah dipahami masyarakat.
Kepala DPPKB Kota Ternate, Rajman Makka, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi para camat, lurah, hingga pendamping stunting agar tidak keliru dalam penggunaan istilah, bahasa, maupun pemahaman kriteria dampak stunting saat melakukan sosialisasi di masyarakat.
“Sosialisasi komunikasi, informasi, dan edukasi Bangga Kencana ini dilakukan agar ke depan mereka dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan pendekatan kearifan lokal sehingga lebih mudah dipahami,” ujar Rajman.
Menurutnya, pelatihan berbasis kearifan lokal menjadi penting karena masih terdapat sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami bahasa nasional dalam konteks program kependudukan, keluarga berencana, dan penanganan stunting.
“Kita tidak bisa menstandarisasi satu bahan komunikasi untuk seluruh masyarakat, karena tidak semua bahasa nasional bisa dipahami dengan baik. Oleh sebab itu, pendekatan kearifan lokal menjadi pilihan agar pesan tentang KB dan stunting benar-benar sampai,” jelasnya.
Rajman menambahkan, metode KIE yang digunakan meliputi media poster dan pamflet dengan gaya bahasa daerah, sehingga lebih komunikatif dan membumi di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kota Ternate pada tahun 2025 menjadi salah satu daerah dengan capaian penurunan angka stunting yang tergolong baik. Capaian tersebut, kata dia, perlu dipertahankan dan diperkuat melalui inovasi serta variasi konsep sosialisasi yang berkelanjutan.
“Kota Ternate mendapat penghargaan sebagai daerah dengan angka stunting yang rendah. Selain itu, kami juga mengembangkan Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB yang lahir dari kolaborasi antara tokoh masyarakat, lurah, dan tokoh pemuda,” pungkasnya.
Melalui pertemuan ini, DPPKB Kota Ternate berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi dan pola komunikasi yang sama dalam upaya menekan angka stunting secara berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat. (Vita)


















