TERNATE, maluttv.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2025 yang berlangsung di Muara Hotel, Kota Ternate.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Syamsuddin A.Kadir, M.Si, mewakili Gubernur. Penilaian ini bertujuan mengevaluasi capaian kinerja kabupaten/kota dalam percepatan penurunan stunting, sekaligus menjadi ajang pembelajaran bersama antar daerah.
Kepala Bappeda Malut, Dr. Muhammad Sarmin S. Adam,SSTP., M.Si, menjelaskan penilaian ini tidak hanya mengukur sejauh mana pelaksanaan program di setiap daerah, tetapi juga memfasilitasi sharing pengalaman untuk memperbaiki strategi.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui aspek kinerja yang sudah baik maupun yang perlu ditingkatkan, sekaligus memberikan apresiasi kepada sektor yang berperan aktif dalam pencegahan stunting,” ujarnya.
Penilaian melibatkan seluruh OPD terkait di kabupaten/kota, tim panelis dari OPD provinsi, akademisi, hingga perwakilan BKKBN. Adapun aspek yang dinilai meliputi delapan aksi konvergensi, yakni analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peran desa, kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi, serta reviu kinerja tahunan.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekprov, disebutkan prevalensi stunting Maluku Utara pada tahun 2024 berada di angka 23,2 persen (turun 0,5 poin), masih di atas capaian nasional yaitu 19,8 persen.
Beberapa daerah mencatat penurunan signifikan, antara lain Kabupaten Halmahera Tengah (19,7 persen, turun 9 poin), Kabupaten Pulau Taliabu (24,9 persen, turun 5,7 poin), Kota Tidore Kepulauan (16,6 persen, turun 4,7 poin), Kota Ternate (16,6 persen, turun 4,5 poin), dan Halmahera Barat (22,1 persen, turun 4 poin).
Namun, sejumlah kabupaten justru mengalami kenaikan prevalensi, di antaranya Halmahera Selatan (32,3 persen, naik 1,9 poin), Halmahera Timur (24,2 persen, naik 5,2 poin), Kepulauan Sula (22,5 persen, naik 3,7 poin), serta Pulau Morotai (17,7 persen, naik 6 poin).
Pada kesempatan itu, Pemprov Malut juga memberikan penghargaan Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2023. Kota Ternate dinobatkan sebagai terbaik I, disusul Kabupaten Pulau Morotai sebagai terbaik II, dan Kabupaten Halmahera Tengah sebagai terbaik III.
Syamsuddin menegaskan, penilaian ini bukan sekadar formalitas laporan, melainkan harus menjadi transformasi nyata dalam mempercepat penurunan stunting di Maluku Utara.
“PK stunting bukan hanya rutinitas administrasi, tapi menjadi bukti keseriusan kita dalam menyiapkan generasi Maluku Utara yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (Vita/mtv)


















